Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTANYAAN mengenai apakah kita sendirian di alam semesta telah menggema sepanjang sejarah umat manusia. Berkat kemajuan teknologi, kita semakin mendekati jawaban yang memuaskan. Saat ini, para ilmuwan memiliki keyakinan yang kuat bahwa keberadaan spesies teknologi lain di luar Bumi adalah hal yang sangat mungkin terjadi.
Salah satu faktor yang mendukung keyakinan ini adalah jumlah planet yang sangat banyak di galaksi kita. Melalui observasi dari darat maupun luar angkasa, ribuan planet di luar tata surya kita telah terkonfirmasi.
Diperkirakan, galaksi kita memiliki setidaknya 100 miliar planet, banyak di antaranya terletak di zona layak huni. Zona ini merujuk pada area di sekitar bintang di mana air cair dapat eksis di permukaan planet, suatu elemen yang dianggap krusial bagi kehidupan seperti yang kita kenal.
Lebih jauh lagi, penelitian menunjukkan bahan-bahan dasar kehidupan, seperti asam amino, ditemukan di berbagai penjuru alam semesta. Temuan ini mengindikasikan kehidupan mungkin jauh lebih umum daripada yang pernah kita bayangkan.
Meski keberadaan kehidupan tidak secara otomatis menjamin munculnya peradaban teknologi, jika kehidupan ternyata umum, maka wajar untuk berasumsi bahwa beberapa peradaban mungkin telah berkembang menjadi spesies teknologi.
Pencarian kehidupan di luar Bumi baru saja dimulai, namun ilmu pengetahuan sudah memberikan sinyal-sinyal positif: terdapat banyak planet di galaksi kita yang memiliki karakteristik mirip dengan Bumi.
Walaupun hingga saat ini bukti keberadaan kehidupan di luar Bumi masih belum ditemukan, para ilmuwan terus berinovasi dengan teknologi baru yang dapat membantu kita mencari tanda-tanda kehidupan di planet lain. Contohnya, Teleskop Luar Angkasa James Webb, yang diluncurkan tahun 2021, memiliki kemampuan untuk menganalisis atmosfer eksoplanet demi mendeteksi tanda-tanda gas yang berkaitan dengan kehidupan.
Meskipun perjalanan kita dalam menemukan bukti kehidupan di luar Bumi masih panjang, kemungkinan adanya spesies teknologi lain menyimpan harapan yang penuh semangat. Jika kita berhasil menemukan kehidupan di luar angkasa, penemuan ini akan menjadi tonggak sejarah yang paling mendalam bagi umat manusia, mengubah sepenuhnya pemahaman kita tentang posisi kita di alam semesta. (Space/Z-2)
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Dari analisis terbaru, para peneliti melaporkan penemuan sebuah kandidat planet berbatu yang ukurannya sedikit lebih besar dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang mirip Matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved