Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JEJAK dinosaurus yang berasal dari lebih dari 120 juta tahun yang lalu ditemukan di pantai selatan Australia, menawarkan wawasan baru tentang kehidupan prasejarah di kawasan tersebut. Jejak yang ditemukan ini berasal dari periode Cretaceous Awal, ketika Australia masih terhubung dengan Antartika.
Para ahli menyatakan penemuan ini menunjukkan dinosaurus pemakan daging berukuran besar berkembang biak di lingkungan kutub, menghabiskan waktu di dataran banjir sungai saat es mencair selama musim panas. Jejak tersebut ditemukan di daerah selatan Melbourne yang dikenal sebagai Formasi Wonthaggi, dengan usia antara 120 hingga 128 juta tahun yang lalu. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Alcheringa: An Australasian Journal of Palaeontology.
Jejak kaki yang ditemukan mencakup 18 jejak yang dibuat theropoda, jenis dinosaurus yang umumnya berjalan dengan dua kaki dan memiliki tiga jari kaki bercakar. Mereka termasuk dalam kelompok karnivora yang sama dengan Tyrannosaurus rex dan Velociraptor. Selain itu, terdapat empat jejak yang dihasilkan oleh ornithopoda, dinosaurus pemakan tumbuhan berukuran kecil yang mungkin menjadi mangsa bagi theropoda.
Para ilmuwan meyakini jejak tersebut dibuat ketika dinosaurus berjalan di atas pasir basah atau lumpur di dataran banjir. Anggota tim peneliti melakukan pengawetan spesimen dengan mencetak dan menggunakan gips. Data yang dikumpulkan juga menghasilkan gambar 3D yang berguna untuk analisis lebih lanjut.
Dari jejak yang ditemukan, tinggi pinggul theropoda yang menciptakan jejak terbesar diperkirakan hampir setinggi manusia, yaitu sedikit lebih dari enam kaki. “Jejak-jejak ini adalah bukti terbaik sejauh ini bahwa lingkungan kutub mendukung keberadaan karnivora besar,” ungkap Anthony Martin, penulis utama penelitian ini dan seorang profesor di Universitas Emory.
Periode Cretaceous Awal berlangsung antara 145 juta dan 100,5 juta tahun yang lalu, dan wilayah yang diteliti pada saat itu terdiri dari lembah dataran rendah yang memiliki sungai. Selama musim dingin di lingkungan kutub, ekosistem mengalami suhu beku yang ekstrem serta bulan-bulan tanpa cahaya.
Lebih dari 100 juta tahun yang lalu, benua super kuno bernama Gondwana mulai terpecah, memisahkan Australia dari Antartika. Penemuan ini semakin memperkuat pemahaman para ilmuwan bahwa jejak dinosaurus di lokasi tersebut "jauh lebih umum" daripada yang mereka duga sebelumnya.
Berbagai ukuran jejak yang ditemukan menunjukkan campuran ornithopoda dan theropoda muda serta dewasa. "Ini menunjukkan bahwa dinosaurus ini mungkin bersarang dan membesarkan anak-anaknya di lingkungan kutub," kata Martin.
Penelitian ini juga menindaklanjuti laporan tahun 2023 mengenai jejak burung dari Zaman Kapur Awal yang ditemukan di lokasi yang sama, yang merupakan bukti tertua tentang burung di wilayah selatan hingga saat ini. (BBC/iflscience/Z-3)
Menteri Komunikasi Australia Anika Wells memanggil pimpinan Roblox untuk membahas maraknya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di platform tersebut.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Mengusung semangat kolaborasi budaya, ajang ini menjadi panggung bagi keragaman cita rasa Australia untuk bersanding harmonis dengan kekayaan kuliner Indonesia.
Tony Mokbel, gembong narkoba legendaris Australia, resmi bebas setelah jaksa membatalkan persidangan ulang. Kasusnya runtuh akibat skandal pengkhianatan pengacara.
Beasiswa Australia Awards ditujukan bagi warga negara Indonesia yang ingin menempuh studi jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) di berbagai universitas terkemuka di Australia.
Fokus utama dinamika atmosfer saat ini tertuju pada pemantauan Bibit Siklon Tropis 98P di daratan Australia bagian utara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved