Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SISTEM galaksi satelit kecil yang mengorbit Bimasakti cukup unik. Menurut hasil studi baru selama 12 tahun terhadap galaksi-galaksi lain di alam semesta lokal.
Survei Satellites Around Galactic Analogs (SAGA) dilakukan sekelompok kecil astronom untuk mempelajari bagaimana Bimasakti dan satelit kerdilnya dibandingkan dengan sistem galaksi lainnya.
"Populasi satelit di Bimasakti adalah kombinasi unik dari satelit kecil yang hanya mengandung bintang tua, dan dua satelit terbesar yang secara aktif membentuk bintang baru," kata Marla Geha, profesor astronomi dan fisika di Universitas Yale serta salah satu pendiri SAGA, dalam pernyataan resmi.
Baca juga : Teleskop James Webb Mengungkap Pembentukan Bintang Aktif di Tepi Ekstrem Bima Sakti
Dua satelit terbesar tersebut adalah Awan Magellan Besar (LMC) dan Awan Magellan Kecil (SMC). Keduanya adalah yang terbesar dalam keluarga Bimasakti dan bisa terlihat dengan mata telanjang dari belahan bumi selatan. Sementara 59 galaksi satelit lainnya sangat redup sehingga hanya dapat dideteksi oleh teleskop luar angkasa Hubble atau teleskop darat berukuran besar.
SAGA melakukan sensus terhadap 101 galaksi yang mirip dengan ukuran dan massa Bimasakti, dengan total 378 galaksi satelit. Jumlah satelit yang terlihat per galaksi berkisar dari 0 hingga 13, dibandingkan dengan Bimasakti yang, menurut data SAGA dari instrumen DESI di Teleskop Mayall di Observatorium Kitt Peak, Arizona, hanya memiliki empat satelit yang terdeteksi. Sisanya terlalu redup untuk dideteksi oleh DESI.
"Bimasakti tampaknya memiliki lebih sedikit satelit jika mempertimbangkan keberadaan LMC," ujar Yao-Yuan Mao dari Universitas Utah dan salah satu pendiri SAGA dalam pernyataan resmi.
Baca juga : Ilmuan NASA Temukan Objek yang Bergerak 1 Juta Mil per Jam, Keluar dari Galaksi Bima Sakti
Hal ini disebabkan tren yang ditemukan SAGA, bahwa galaksi induk cenderung memiliki lebih banyak satelit jika mereka juga memiliki setidaknya satu galaksi tipe Magellan yang mengorbitnya.
Namun, galaksi tanpa tipe Magellan cenderung memiliki lebih sedikit satelit. Penjelasan yang mungkin adalah bahwa Awan Magellan merupakan tambahan baru di keluarga Bimasakti, mungkin terjebak gravitasi Bimasakti dalam tiga miliar tahun terakhir. Sebelum kedatangan Awan Magellan, Bimasakti diperkirakan memiliki lebih sedikit galaksi satelit terang.
Selain itu, galaksi tipe Magellan sendiri cukup langka. Penelitian sebelumnya di tahun 2012 menemukan hanya 3% dari galaksi spiral yang mirip Bimasakti memiliki satelit tipe Magellan.
Data akhir dari SAGA juga menemukan bahwa galaksi satelit yang lebih dekat dengan galaksi induknya cenderung memiliki laju pembentukan bintang yang sangat rendah. Proses ini disebut "quenching", di mana galaksi satelit berhenti membentuk bintang baru karena pengaruh lingkungan di sekitar galaksi induknya, termasuk radiasi bintang muda dan supernova.
Galaksi kerdil yang ada dalam halo materi gelap yang mengelilingi galaksi besar memainkan peran penting dalam pembentukan galaksi. Meskipun model kosmologi standar memprediksi lebih banyak satelit kerdil di sekitar Bimasakti, kenyataannya jumlahnya lebih sedikit, menimbulkan misteri tentang keberadaan galaksi yang hilang ini. (Space/Z-3)
Peneliti berhasil memetakan medan magnet galaksi Bima Sakti secara mendalam. Terungkap adanya anomali unik di Lengan Sagitarius yang mengalir berlawanan arah.
Ilmuwan menemukan kandidat pulsar langka yang berputar 122 kali per detik di pusat galaksi. Temuan ini berpotensi membuktikan teori relativitas Einstein.
Dengan melatih kecerdasan buatan untuk memahami evolusi ledakan supernova dan menggabungkan wawasan tersebut dengan model fisika besar
Lapisan es di sekitar sebuah bintang muda di galaksi Awan Magellan Besar menyimpan kejutan bagi dunia sains. Molekul-molekul kompleks yang menjadi dasar kehidupan berhasil teridentifikasi
Studi terbaru menggunakan Teleskop James Webb menemukan galaksi-galaksi muda di alam semesta awal bergejolak dan tidak stabil akibat tingginya gas pembentuk bintang.
Studi terbaru mengungkap asal usul 3I/ATLAS mungkin berasal dari perbatasan galaksi Bima Sakti, menjadikannya peninggalan purba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved