Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK telah memulai fase kedua pembangunan untuk meningkatkan kemampuan teleskop radio terbesar di dunia saat ini.
Teleskop Sferis Apertur Lima Ratus Meter (FAST), yang terletak di wilayah karst di Guizhou, Tiongkok barat daya, telah beroperasi sejak Januari 2020. Kini, fase kedua akan menambahkan 24 teleskop radio bergerak baru, masing-masing dengan diameter 40 meter.
Konstruksi secara resmi dimulai pada 25 September, bertepatan dengan ulang tahun kedelapan penyelesaian FAST.
Baca juga : Tianlin, Teleskop UV Optik Pemburu Planet Mirip Bumi di Luar Tata Surya
Ekspansi ini, yang dinamai FAST Core Array, bertujuan untuk memanfaatkan lingkungan elektromagnetik yang "tenang" dalam radius 5 kilometer di sekitar teleskop, menurut China Central Television (CCTV).
Lokasi ini awalnya dipilih karena keterpencilannya dan topografi alamnya yang mendukung. Ketika dikombinasikan menjadi satu array, teleskop baru ini akan meningkatkan resolusi dan kemampuan deteksi.
Rencana ini bertujuan untuk memungkinkan ilmuwan melakukan penyelidikan lebih mendalam ke berbagai bidang, termasuk peristiwa gelombang gravitasi, ledakan radio cepat, supernova, dan peristiwa gangguan pasang surut lubang hitam.
Ini juga akan berkontribusi pada kesadaran situasi antariksa, deteksi objek kecil di tata surya, komunikasi dan pengendalian wahana luar angkasa, serta bidang lainnya, menurut makalah tentang Array ini.
FAST diselesaikan pada tahun 2016 dan menjadi sepenuhnya operasional pada awal 2020. Hingga saat ini, teleskop ini telah mendeteksi lebih dari 900 pulsar, atau bintang neutron yang berputar cepat. Fasilitas raksasa ini juga telah dibuka untuk permintaan penelitian dari ilmuwan dan tim internasional sejak awal 2021. (space/Z-3)
Teleskop raksasa Tiongkok ini akan ditempatkan di Kota Delingha, Provinsi Qinghai, pada ketinggian sekitar 4.800 meter di atas permukaan laut.
Asteroid KY26, target terbaru misi Hayabusa2, ternyata jauh lebih kecil dari perkiraan. Observasi teleskop dunia, termasuk Very Large Telescope (VLT) di Chile dengan dukungan radar.
Baru-baru ini, Teleskop Luar Angkasa Hubble berhasil menangkap gambar sebuah bintang yang meledak menjadi supernova, baik sebelum maupun sesudah.
TELESKOP Sinar-X Medan Lebar (WXT) milik Einstein Probe berhasil mendeteksi semburan sinar-X berenergi rendah
Proyek energi terbarukan AES Energy di Chile berisiko merusak pengamatan astronomi dari Teleskop Sangat Besar (VLT) di Observatorium Paranal, yang terletak di Gurun Atacama.
Astronaut NASA Suni Williams dan Nick Hague berhasil menyelesaikan misi luar angkasa yang kompleks dan bersejarah pada 16 Januari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved