Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KASPERSKY telah mengidentifikasi serangan ransomware menggunakan BitLocker Microsoft untuk percobaan mengenkripsi file perusahaan.
Pelaku ancaman menghapus opsi pemulihan atau recovery untuk mencegah pemulihan file serta menggunakan skrip berbahaya dengan fitur baru: mampu mendeteksi versi Windows tertentu dan mengaktifkan BitLocker sesuai dengan versi Windows.
Insiden ransomware yang dijuluki ShrinkLocker dan variannya itu diamati di Meksiko, Indonesia, dan Yordania.
Baca juga : 20% Pengguna Komputer di Indonesia Jadi Korban Serangan Siber
Para pelaku menargetkan perusahaan-perusahaan di bidang manufaktur baja, dan vaksin, serta entitas pemerintahan.
Tim Kaspersky Global Emergency Response melaporkan para pelaku ancaman menggunakan VBScript – bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas pada komputer Windows – untuk membuat skrip berbahaya dengan fitur-fitur yang sebelumnya tidak dilaporkan guna memaksimalkan kerusakan akibat serangan tersebut.
Kebaruannya adalah skrip memeriksa versi Windows yang saat itu diinstal pada sistem dan mengaktifkan fitur BitLocker yang sesuai. Dengan cara ini, skrip tersebut diyakini dapat menginfeksi sistem baru dan lama hingga Windows Server 2008.
Baca juga : Ancaman Ransomware Terus Meningkat di Wilayah Asia Tenggara, Ini Cara untuk Melindungi Diri Anda
Jika versi OS cocok untuk serangan tersebut, skrip akan mengubah pengaturan boot dan mencoba mengenkripsi seluruh drive menggunakan BitLocker. Ini membuat partisi boot baru, yang pada dasarnya menyiapkan bagian terpisah pada drive komputer yang berisi file untuk mem-boot sistem operasi.
Tindakan ini bertujuan untuk mengurung korban pada tahap selanjutnya. Penyerang juga menghapus pelindung yang digunakan untuk mengamankan kunci enkripsi BitLocker sehingga korban tidak dapat memulihkannya.
Skrip berbahaya kemudian mengirimkan informasi tentang sistem dan kunci enkripsi yang dihasilkan pada komputer yang disusupi menuju server yang dikendalikan pelaku ancaman.
Baca juga : Sepertiga Insiden di Dunia Maya Disebabkan oleh Ransomware
Setelah itu, ia menutupi jejaknya dengan menghapus log dan berbagai file yang berfungsi sebagai petunjuk dan membantu penyelidikan serangan.
Sebagai langkah terakhir, malware akan melakukan penutupan paksa sistem - suatu kemampuan yang difasilitasi oleh pembuatan dan instalasi ulang file di partisi boot terpisah. Korban melihat layar BitLocker dengan pesan: “Tidak ada lagi opsi pemulihan BitLocker di PC Anda”.
Pesan muncul di layar korban setelah sistem dimatikan secara paksa
Kaspersky menjuluki skrip tersebut sebagai ShrinkLocker karena nama ini menyoroti prosedur penting pengubahan ukuran partisi, yang penting bagi penyerang untuk memastikan sistem melakukan booting dengan benar dengan file terenkripsi.
“Hal yang sangat memprihatinkan dalam kasus ini adalah bahwa BitLocker, yang awalnya dirancang untuk mengurangi risiko pencurian atau eksploitasi data, telah digunakan kembali oleh musuh untuk tujuan berbahaya. Sungguh ironi bahwa tindakan pengamanan dijadikan senjata dengan cara seperti ini. Bagi perusahaan yang menggunakan BitLocker, penting untuk memastikan kata sandi yang kuat dan penyimpanan kunci pemulihan yang aman. Pencadangan rutin, disimpan secara offline dan diuji, juga merupakan perlindungan yang penting,” jelas Incident Response Specialist di Kaspersky Global Emergency Response Team Cristian Souza.
Analisis teknis terperinci mengenai insiden tersebut tersedia di Securelist. Pakar Kaspersky merekomendasikan langkah-langkah mitigasi berikut untuk mencegah penyerang mengeksploitasi organisasi Anda:
Colorful memperkenalkan iGame GeForce RTX 5060 Ti MINI OC 8GB sebagai model pertama yang tersedia di pasar global.
Logitech MX Master 4 menetapkan standar baru dalam kontrol, presisi, dan produktivitas bahkan untuk alur kerja yang paling menuntut.
Keyboard Alto Keys hadir dengan tata letak ringkas 98 tombol yang dipadukan dengan desain eksklusif UniCushion Gasket.
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nano-Micro Letters, ilmuwan berhasil mengintegrasikan fungsi penginderaan, komunikasi, komputasi, dan penyimpanan ke dalam seutas serat tunggal.
CPU vs GPU: Mana yang Penting untuk Gaming? Cari tahu perbedaan performa keduanya & raih pengalaman gaming terbaik! Klik sekarang!
Asus ExpertCenter DG500MER ditenagai prosesor Intel Core i7-14700 yang menawarkan 20 core dan 28 thread
VPN palsu atau yang diretas ini justru berfungsi sebagai kendaraan untuk menyebarkan malware dan perangkat lunak yang tidak diinginkan, mulai dari adware hingga trojan pencuri data.
Tim Riset Global Kaspersky menemukan bukti keterkaitan Memento Labs dengan kampanye spionase siber ForumTroll yang memanfaatkan celah zero-day di Google Chrome.
PERUSAHAAN keamanan siber global Kaspersky memperluas bisnis konsumen di Indonesia dengan menggandeng PT Kharisma Inside Mandiri Sejahtera (PT KIMS) sebagai mitra distribusi resmi.
Eksploitasi (exploit) adalah jenis program berbahaya yang dirancang untuk memanfaatkan bug atau kerentanan dalam perangkat lunak atau sistem operasi untuk mendapatkan akses tanpa izin.
Kaspersky telah mengidentifikasi layanan pembuatan deepfake di platform darknet dengan biaya berkisar antara US$300 hingga US$20.000 per menit.
Kelompok APT yang menarget Indonesia pada tahun lalu menurut Kaspersky antara lain Mysterious Elephant, Spring Dragon, Ocean Lotus, Toddycat, Lazarus, Tetris Phantom, dan Sidewinder.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved