Sabtu 17 September 2016, 08:15 WIB

Menyelamatkan Kura-Kura Galapagos

(AFP/Zic/L-2) | Teknologi
Menyelamatkan Kura-Kura Galapagos

AFP
Menyelamatkan Kura-Kura Galapagos

 

PEMOPULASIAN ulang spesies hewan yang terancam punah kerap kali dilakukan untuk menjaga kelestarian hewan tersebut.

Akhir-akhir ini, campur tangan manusia, baik secara personal maupun melalui badan pelestarian hewan yang terancam punah, sedang gencar dilakukan. Namun, perlu diingat, hewan yang telah dilabeli sebagai hewan terancam punah merupakan aktor utama dalam praktik pelestarian itu. Seekor kura-kura raksasa galapagos (Chelonoidis hoodensis) bernama Diego berhasil menyelamatkan spesiesnya dari kepunahan.

Kura-kura yang berusia 100 tahun itu diketahui telah menjadi ayah dari 800 keturunan spesiesnya. Mereka selama bertahun-tahun hidup di Pulau Espanola, Kepulauan Galapagos, di sekitar lepas pantai Amerika Selatan. Diego beserta keturunannya hanya dapat ditemukan di alam liar di Pulau Espanola.

Spesialis pelestarian kura-kura di Taman Nasional Galapagos, Washington Tapia, mengatakan Diego merupakan reproducer jantan yang aktif dan memberikan kontribusi besar terhadap pemopulasian ulang spesiesnya di pulau tersebut. Hasil penelitian genetik yang dilakukan beberapa peneliti kura-kura menemukan fakta Diego merupakan ayah dari sekitar 40% spesies keturunannya. Para peneliti mengatakan petualangan cintanya dapat dikatakan legenda.

Diego merupakan pejantan utama dan tertua dari para betina di pulau tempat dia tinggal selama lebih dari 50 tahun hingga sekarang. Sekitar 50 tahun yang lalu, hanya terdapat 2 pejantan dan 12 betina dari spesiesnya yang hidup di Espanola. Di pulau tersebut, mereka melakukan praktik reproduksi besar secara massal.

Nama Diego diambil dari tempat awal ditemukannya, yaitu Kebun Binatang San Diego, California. Para peneliti mengatakan tidak tahu persis bagaimana atau kapan Diego tiba di AS. Namun, terdapat argumen yang mengatakan Diego diambil langsung dari Espanola antara 1900-1959 dalam sebuah ekspedisi ilmiah untuk sebuah penelitian. Setelah berada di San Diego, dia dibawa kembali ke Galapagos pada 1976 dan dimasukkan ke program penangkaran kura-kura di Pulau Santa Cruz.

Dalam penangkaran, dia dan tiga pejantan yang ditemukan di alam liar Galapagos 'ditugasi' melakukan pemopulasian ulang di Pulau Espanola.

Meskipun paling tua, dia merupakan pejantan yang mendominasi program tersebut. Kerja keras Diego dalam berbagi lingkup cinta dengan enam betina berhasil menyelamatkan spesies mereka. Program penangkaran kura-kura Galapagos kini secara keseluruhan telah melepas sekitar 2.000 penyu di pulau-pulau Galapagos.

Meskipun para peneliti tidak bisa memastikan bagaimana kesempurnaan kesehatan mereka, setidaknya spesies tersebut akan terus berkembang dan tidak lagi menghadapi ancaman kepunahan.

Para peneliti mengatakan 15 spesies kura-kura raksasa di dunia saat ini berasal dari Galapagos. Tiga spesies telah punah karena ulah bajak laut pada abad ke-18 yang menjarah ekosistem pulau yang rapuh.

Baca Juga

DOK Pribadi.

Agar Melek Digital Marketing, JNE Gandeng Jagoan Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 20:30 WIB
Ada pergeseran tren cara penjualan beberapa tahun terakhir yaitu memasarkan produk apapun telah menggunakan platfrom teknologi, mulai IG,...
Ist

Work from Kosan, Kenali Pentingnya Koneksi Internet yang Lancar

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 10:34 WIB
Omada sebagai networking solution dari TP-Link dapat menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan untuk segmen Small Medium...
Freepik.com

Simak, Ini Tips Aman Melakukan Investasi Online

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 07:41 WIB
ada 4 tips yang dapat dilakukan agar nyaman dalam berinvestasi online. Pertama pilihlah penyedia investasi online yang sudah tersertifikasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya