Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Gigabyte bekerja sama dengan Toshiba, Shell dan juga Distributor IT Wahana Piranti Teknologi, menggelar product launching sebuah teknologi revolusioner berupa mesin pendingin data center yang ramah lingkungan, yaitu Immersion Cooling. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Plt. Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintah Kementerian Kominfo, Aris Kurniawan, dan sejumlah pakar organisasi IT, di Jakarta, Selasa (31/10).
Baca juga : Bersama Digital Data Centres Raih Penghargaan dari Uptime Institute
Immersion Cooling merupakan mesin pendingin data center yang dirancang untuk menurunkan suhu komponen elektronik di dalam data center, dengan cara perendaman komponen tersebut ke dalam cairan non konduktif seperti minyak. Immersion Cooling dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi pendinginan, mengurangi penggunaan energi pendinginan data center, dan ramah lingkungan karena sesuai dengan standar "net-zero emissions" global. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.
Data Center Jadi Salah Satu Penyumbang Emisi Global, melebihi Industri Penerbangan. Berdasarkan data yang dirilis oleh World Resource Insitute (WRI), Indonesia menempati posisi ke-6 penyumbang emisi global terbesar di dunia, setelah Tiongkok, Amerika Serikat, India, Rusia, dan Jepang. Di samping itu, data menunjukan penggunaan data center memakan daya listrik besar dan menjadi salah satu penyumbang emisi karbon yang berdampak pada kelestarian lingkungan.
Berdasarkan data dari Climatiq Analysis, The Shift Project, Our Wolrd in Data, data center menyumbang 2.5% sampai 3.7% dari emisi karbon dunia, melebihi industri penerbangan (2.4%). Angka ini pun akan semakin bertambah dengan meningkatnya penggunaan data center yang kini menjadi kebutuhan di era serba digital. “Seiring kemajuan teknologi, kebutuhan daya akan CPU meningkat dari 50 watt, saat ini 400 watt. Dan GPU dari 200 watt hingga saat ini 700 watt. Di masa mendatang, mungkin akan mencapai sekitar 1.000 watt untuk GPU. Jadi ini sebenarnya sesuatu yang menghabiskan banyak daya,” ujar Andy Neo, selaku Sales Director Gigabyte.
Tentu permasalahan tersebut dapat ditekan dengan menciptakan Green Data Center. Hadirnya Immersion Cooling menjadi jawaban atas tantangan tersebut, baik dalam hal efisiensi penggunaan energi, pengurangan emisi global, dan juga meningkatkan pendinginan data center sehingga memastikan sistem operasi perusahaan tidak terputus.
Immersion Cooling telah memenuhi spesifikasi EIA (Electronic Industry Alliance) dan OCP (Open Core Protocol) sehingga dapat meningkatkan implementasi pusat data yang berkepadatan tinggi dan berkomputasi tinggi.
Terobosan ini pun kini lahir di Indonesia, atas kerja sama Gigabyte, Toshiba, dan Shell dan dukungan dari Distributor. Immersion Cooling memang menjadi hal baru di Indonesia, namun tidak di Dunia. Penggunaan teknologi Immersion sudah ada di beberapa negara. Kini waktunya Indonesia mengkuti teknologi revolusioner ini, menggabungkan teknologi dengan konsep ramah lingkungan. (B-4)
Kegiatan ini sebagai penanda pencapaian penting pembangunan Hyperscale Data Center NeutraDC Nxera Batam di kawasan industri Kabil, Batam.
Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah nyata Schneider Electric dalam memastikan keandalan operasional, mendekatkan layanan pelanggan, dan kesiapan teknis.
Pasar data center di Indonesia diperkirakan mencapai US$ 2 miliar pada tahun 2027, dengan pertumbuhan yang didorong oleh ekspansi e-commerce, layanan keuangan digital, dan tren AI.
Dulu, Batam dikenal sebagai kota industri, tempat deru mesin pabrik berpadu dengan lalu lintas kapal barang yang tiada henti. Namun kini, wajah kota di ujung barat Indonesia itu mulai berubah.
Teknologi 3D TRASARâ„¢ dari Ecolab membantu melindungi server dengan memantau indikator kesehatan pendingin secara real time, mulai dari suhu, kadar pH, hingga laju aliran.
Berdasarkan data APJII, pertumbuhan trafik internet melonjak hingga lebih dari sepuluh kali lipat dari 1,3 Tbps di 2021 menjadi 14 Tbps di akhir 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved