Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Netizen Indonesia seharusnya tidak akan kesulitan menerapkan etika bermedia digital. Tata krama berinternet tidak berbeda dengan tata krama di dunia nyata. Setiap orang hanya perlu mawas diri dan merefleksikan diri.
“Bukan berarti di dunia digital tidak ada yang mengawasi, justru sangat bisa diawasi oleh banyak pihak. Selama ini netizen berperilaku suka-suka karena merasa tidak ada yang mengawasi. Tidak ada orang yang dikenal,” kata managing director D&D Consulting & Founder Assessme.id, Ni Made Sudaryani di Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (28/7).
Di ruang digital, netizen berpartisipasi dalam berbagai hubungan dengan banyak orang dengan beragam budaya. Interaksi ini dapat menciptakan standar baru mengenai etika.
Setiap individu harus dalam kondisi sadar ketika bermedia digital. Tahu persis apa yang dilakukan dan konsekuensi atas perilakunya. Apalagi dunia digital memiliki efek domino. Satu permasalahan kecil bisa menjadi besar karena viral.
“Hal-hal yang kita lakukan harus bernilai kemanfaatan, kemanusiaan, dan kebajikan. Apa yang dilakukan bisa bermanfaat bagi banyak orang dan diri sendiri,” kata Sudaryani. (OL-12)
Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk pola pikir generasi muda ke arah yang positif jika digunakan dengan benar dan didukung oleh kesadaran kritis dan bimbingan.
Kombinasi antara kebebasan, etika, dan nilai-nilai Pancasila inilah yang menjadi fondasi masyarakat digital yang sehat, inklusif, dan demokratis.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Cirebon, Selasa (10/12).
Teknologi digital telah berperan besar dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana.
Ismail menjelaskan bahwa pendekatan customer centric menjadi dasar dalam memberikan layanan yang relevan dan tepat sasaran
Dia menjelaskan bahwa dorongan untuk memperluas literasi digital ini dipicu oleh tingginya tingkat akses internet di Batam yang telah mencapai 89 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved