Senin 25 Juli 2022, 10:59 WIB

Sadari, Media Sosial Rawan Jadi Tempat Pencurian Data Pribadi

Mediaindonesia.com | Teknologi
Sadari, Media Sosial Rawan Jadi Tempat Pencurian Data Pribadi

AFP/Denis Charlet
Aplikasi media sosial

 

Transformasi digital mengalami percepatan karena Pandemi Covid-19, di mana segala sesuatunya beralih ke online mulai dari bekerja, sekolah, hingga aktivitas keuangan. Hal tersebut juga menenggarai peningkatan jumlah pengguna internet saat ini yang sudah mencapai 204,7 juta orang, setara dengan 73,7% dari total populasi penduduk Indonesia.

Masyarakat makin nyaman dengan segala sesuatunya yang serba digital, namun perlu diwaspadai oknum-oknum yang memanfaatkan digital untuk penipuan hingga pencurian akun. Sebab itu masyarakat harus melindungi dirinya dengan memahami keamanan digital.

"Pengguna harus merasa aman dulu di dunia digital baru bisa memanfaatkan fungsi ekonomi, hiburan, sosial dan lainnya" ujar Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Andry Hamida di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (23/7).

Pengguna harus mempelajari kompetensi dasar terkait keamanan digital agar bisa menghalau dampak negatif internet seperti mengetahui dan memahami mengenai keamanan hardware dan software. Mengamankan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, rekam jejak digital hingga keamanan digital anak, sebab mereka pun memiliki hak-hak digital.

Mengamankan perangkat digital misalnya menggunakan password yang tidak mudah ditebak dan rutin untuk diganti. Lalu mengamankan identitas digital seperti tanggal lahir, nama lengkap yang sebaiknya orang lain tidak ketahui melalui media sosial. Waspadai penipuan digital dengan lebih teliti saat berbelanja online dan memilih marketplace terpercaya, serta memahami keamanan digital anak dengan tidak menyebarkan informasi pribadi anak.

Meski tampak sepele, mengunggah informasi keseharian di media sosial juga bisa memicu peretasan data pribadi. Sebab penipu mendapatkan data diri seseorang sedikit demi sedikit hingga menjadi sebuah kesatuan utuh yang dapat digunakan untuk menipu, mencuri, atau dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

Seperti mulanya mendapatkan nama lengkap, kemudian lain waktu mendapatkan informasi tanggal lahir. Biasanya pencurian data juga mendapatkannya secara tidak langsung di media sosial korban dan secara langsung dengan penyamaran. Sebabnya pengguna media sosial harus hati-hati dalam menggunggah terkait informasi pribadi dirinya. (OL-12)

 

Baca Juga

AFP

Elon Musk Tantang CEO Twitter Untuk Debat Terbuka Terkait Akun Bot

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 05:00 WIB
Elon Musk pada Sabtu (6/8) menantang Chief Executive Officer (CEO) Twitter Parag Agrawal untuk debat terbuka mengenai persentase akun bot...
Dok. Watsons Indonesia

Watsons Kembali Gelar Festival Belanja Online 8.8 Shopathon, Ini Penawaran Menariknya

👤Mediaindonrsia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 20:26 WIB
Presiden Direktur Watsons Indonesia Lilis Mulyawati menegaskan prioritas Watsons dalam memberikan personalisasi dalam pengalaman pelanggan...
Dok. Pribadi

Perkuat Jaringan Internet, APJII dan Matrix NAP Info Hadirkan Super MMR dan Super Node IIX

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 19:03 WIB
Melalui kerja sama tersebut, MDC-JK3 menjadi opsi POI (Point of Interconnection) alternatif baru bagi lebih dari 780 anggota APJII untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya