Minggu 17 Juli 2022, 20:26 WIB

Waspadai Pelecehan di Ranah Daring

Mediaindonesia.com | Teknologi
Waspadai Pelecehan di Ranah Daring

istock
Ilustrasi

 

Berkembangnya digitalisasi tak hanya memberi dampak positif pada kemudahan dalam aktivitas sehari-hari. Namun juga muncul risiko dari penipuan siber, tersebarnya informasi pribadi hingga pelecehan sekaual di ranah daring.

Survei dari Plan Internasional pada 14.000 perempuan usia 14-25 tahun di 22 negara pada 2019 menyatakan sebanyak 59% perempuan mengalami pelecehan online. Sementara itu 50% partisipan menyatakan lebih sering terjadi pelecehan daring dibanding luring.

"Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) paling umum terjadi di media sosial," kata Pengusaha dan Digital Trainee, Graphologist Diana Aletheia di Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (14/7).

Dia mengatakan, KBGO adalah segala bentuk kekerasan yang bertujuan menyerang gender dan seksualitas baik orang atau pihak lain yang difasilitasi teknologi internet. Adapun KBGO selama pandemi meningkat, menurut data Komnas Perempuan di tahun 2017 terdapat 65 kasus dan meningkat menjadi 940 kasus pada 2020.

"KBGO patut diwaspadai dengan mengenali upaya atau ciri-ciri tindakan KBGO, antara lain cyber grooming di mana korban biasanya sengaja didekati namun hanya untuk dimanfaatkan atau diperdaya. Ada pula cyber harrasement yakni korban dilecehkan atau ditakut-takuti secara dariing," katanya lagi.

Beberapa tindakan yang termasuk dalam upaya KBGO adalah hacking, memata-matai untuk peretasan dan pencurian informasi pribadi milik korban secara ilegal. Tindakan pelecehan yang juga sering dialami di ranah yakni mengirim pesan berbau seksual atau pornografi texting dan memanfaatkan konten pornografi untuk memeras dan mengancam korban.

Lebih jauh mengenai dampak KBGO bisa meliputi psikis seperti depresi yang dialami korban, hingga bisa memunculkan keinginan bunuh diri. Kemudian secara sosial, korban bisa saja menarik diri dari kehidupan publik termasuk keluarga dan teman-temannya. Dari segi ekonomi, korban bisa kehilangan mata pencaharian dan penghasilan karena mengalami pencemaran nama baik yang beredar di lingkungannya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Freepik.com

Literasi Digital Dapat Hasilkan Konten Viral Positif di Dunia Maya

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:31 WIB
Membuat konten viral tidak harus dengan konten negatif dan nyeleneh. Konten edukatif dan inspiratif yang menjunjung etika juga bisa...
Ilustrasi

Literasi Digital Dapat Tangkal Hoaks di Internet

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:11 WIB
Jurnalis Freelance sekaligus Relawan Edukasi Anti Hoaks Indonesia Irmawati Puan Mawar menekankan untuk selalu mengecek kebenaran suatu...
DOK MI.

Kelebihan Teknologi SD-WAN untuk Percepat Transformasi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 19:50 WIB
Teknologi Software-Defined Wide Area Network (SD-WAN) memiliki solusi dalam membuat jaringan semakin lincah, fleksibel, terukur, konsisten,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya