Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Perubahan gaya hidup menjadi serba digital menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan berbagai aktivitas. Namun, dari semua aktivitas yang lakukan di dunia digital, itu membuat suatu rekaman yaitu jejak digital.
Jejak digital merupakan rekam atau bukti yang ditinggalkan setelah beraktivitas di internet, yang berpotensi untuk dicari, dilihat, disalin hingga dicuri dan dipublikasikan orang lain. Contohnya, ketika seseorang mencari namanya di google, maka yang akan keluar adalah bukti unggahan media sosial yang pernah dilakukannya.
Jejak digital dapat membentuk dan mengabadikan gambaran tentang seseorang di dunia digital, dengan lebih detail dari yang dibayangkan. Penting untuk mengetahui jenis jejak yang ditinggalkan dan apa efeknya di kemudian hari.
Ada beberapa cara mengelola rekam jejak. Salah satunya adalah mengecek nama di kolom pencarian google. “Tidak apa sering-sering kita mencari nama kita di mesin pencari google. Itu sangat diharuskan, paling tidak ketika nama kita diketik yang keluar prestasi. Tapi kalau yang keluar adalah aib? Tentu sangat malu,” ujar Anggota JAPELIDI, Asfira Rachmad Rinata saat Webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk Kelompok Masyarakat Wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pekan lalu.
Jejak digital bersifat abadi. Karena itu, Asfira mengingatkan agar masyarakat melakukan posting yang penting, tapi bukan yang penting posting.
Menurut Asfira, seseorang mungkin saja melakukan rebranding ketika sudah memiliki rekam jejak negatif. Namun, tetap butuh waktu untuk mengembalikan citranya. “Mungkin bisa dihapus terlebih dulu, kemudian tidak aktif bermedia sosial, kemudian membangun citra lagi,” ujarnya.
Webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk Kelompok Masyarakat Wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan SiberKreasi.
Ditambahkan oleh Citra Rani Angga Riswari, dosen Fikom Universitas Dr Soetomo, hilangnya sopan santun karena kebebasan beraktivitas di dunia digital. “Saling sindir di media sosial, beberapa public figure melontarkan cuiitan blunder, hingga banyak unggahan mengandung ujaran kebencian,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety, dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (OL-12)
LITERASI digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan kecakapan memahami dan mengkritisi narasi yang beredar di ruang digital.
Penguatan literasi digital merupakan investasi strategis jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Rata-rata orang Amerika mengecek HP 140 kali sehari. Pakar kognitif sarankan teknik Deep Reading untuk lawan misinformasi dan stres akibat doomscrolling.
Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk pola pikir generasi muda ke arah yang positif jika digunakan dengan benar dan didukung oleh kesadaran kritis dan bimbingan.
Kombinasi antara kebebasan, etika, dan nilai-nilai Pancasila inilah yang menjadi fondasi masyarakat digital yang sehat, inklusif, dan demokratis.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Cirebon, Selasa (10/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved