Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BRAND aggregator lokal Open Labs mengumumkan bahwa perusahaan telah menyiapkan dana sebesar Rp1,4 triliun (US$ 100 juta) untuk diinvestasikan dalam bidang usaha yang memiliki potensi besar untuk berkembang, sekaligus membantu bisnis online mereka untuk kemudian tumbuh dan memiliki skala operasional. Sekaligus menjadikan merek mereka menjadi merek konsumen terkemuka.
Ketersediaan dana investasi tersebut terbesar di antara brand aggregator lainnya di Asia Tenggara, secara khusus berfokus pada investasi modal dan menyediakan dukungan operasional bagi pebisnis e-commerce, terutama di Indonesia.
Jeffrey Yuwono, CEO Open Labs dalam keterangan secara virtual, Kamis (28/10) mengatakan bisnis yang bermigrasi ke platform e-commerce di Indonesia semakin berkembang pesat. Terutama konsumen memanfaatkan pembelian online selama pandemi.
Dari data Kementerian Perdagangan, Indonesia saat ini memiliki lebih dari 64 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang secara kolektif menyumbang sekitar 61% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dari jumlah UMKM tersebut, 14 juta telah bermigrasi ke platform e-commerce, dan sebanyak 30 juta UMKM diharapkan dapat melakukan transformasi digital di masa depan.
"Internet telah mengubah tatanan perekonomian kita di segala sektor. Internet memberi UMKM akses yang tak terbayangkan sebelumnya terhadap pelanggan mereka di seluruh Indonesia dan memicu perkembangan bisnis digital yang pesat. Hal ini telah menciptakan berbagai bisnis yang berpotensi untuk menjadi merek-merek yang dikenal secara nasional sehingga membutuhkan pengelolaan operasional mumpuni agar dapat terus berkembang," kata Jeffret Yuwono.
Menurutnya hal itu tidaklah mudah. "Oleh karena itu kami ingin bermitra dengan perusahaan-perusahaan muda yang berusaha meningkatkan skala operasi mereka. Kami berada di posisi terdepan dalam melakukan hal ini karena kami memiliki fokus yang jelas dengan siapa kami ingin bermitra, besaran investasi kami, kecepatan pengambilan keputusan kami untuk berinvestasi, dan keahlian operasional kami yang mendalam di bisnis penjualan secara online," lanjutnya..
Ia memaparkan ketika bisnis e-commerce dimulai biasanya pengelolaan operasionalnya cukup sederhana. Namun seiring dengan pertumbuhan semakin besar dalam hal volume dan ruang lingkup, kompleksitas operasional bisnis pun semakin besar.
Selain kebutuhan terhadap modal kerja lebih tinggi, para pebisnis online juga menghadapi berbagai tantangan lainnya seperti bagaimana mendapatkan sumber pasokan produk yang terukur, rentang produk yang tepat, rentang harga yang tepat, strategi merek, bagaimana melakukan dan pemasaran yang baik secara terprogram. Juga bagaimana melakukan layanan pelanggan secara efisien, serta bagaimana mengelola rantai pasokan yang rumit dengan persyaratan pergudangan, logistik, dan distribusi yang sangat spesifik.
Menurutnya banyak pebisnis online,terutama yang merupakan pendiri tunggal – tidak memiliki sumber daya yang cukup dan kewalahan mengatasi tantangan ini.
"Di sinilah kami melihat Open Labs dapat berperan ganda. Pertama, dengan ketersediaan dana investasi kami yang besar. Kami dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan. Kedua dan yang lebih penting, kami memiliki keahlian yang tepat untuk mengisi kesenjangan atau
masalah-masalah operasional sekaligus melengkapi keahlian yang dibutuhkan oleh portofolio mitra kami untuk mentransformasi mereka dari bisnis yang baik menjadi bisnis yang hebat," kata Yuwono.
Pebisnis online yang membutuhkan dana biasanya memiliki beberapa pilihan. Bahkan termasuk meminjam dari bank. Kadang kala model bisnis mereka tidak sesuai dengan kriteria perusahaan yang dicari venture capital (VC) dan private equity (PE) karena VC biasanya mencari perusahaan start-up teknologi dengan model disrupsi untuk pertumbuhan eksponensial. Sedangkan PE menargetkan perusahaan yang sudah mapan dan matang. Model pendanaan Open Labs mengatasi batasan-batasan tersebut untuk permodalan.
Open Labs telah memiliki tim kelas dunia yang terdiri dari 60 ahli dalam berbagai aspek operasional dan regulasi bisnis penjualan online. Para ahli ini mewakili talenta terbaik dalam berbagai bidang, dari branding dan pemasaran, layanan pelanggan, rantai pasokan, logistik, pengelolaan keuangan, hingga kepatuhan terhadap peraturan di bidang-bidang seperti pajak dan hukum. Tim ini akan semakin bertambah hingga mencapai 150 orang ahli.
baca juga: Cloud Jadi Fondasi Pengembangan Inovasi dan Bisnis
Dalam proses seleksi memilih mitra potensial untuk berinvestasi, Open Labs mengevaluasi setiap prospek perusahaan mitra dalam hal skala bisnis, tingkat pertumbuhan, profitabilitas dan kepemimpinan di industri, termasuk komitmen pendiri tunggal atau para pendiri bisnis tersebut.
Tidak seperti brand aggregator lain yang menerapkan kebijakan akuisisi langsung 100%, akuisisi Open Labs dimulai dari 51%, yang mencerminkan keinginan Open Labs agar para pendiri bisnis tetap mengelola perusahaan tersebut sehingga bisnis dapat terus berkembang dengan visi, semangat, dan komitmen dari para pendiri perusahaan mitra. (N-1)
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
KBRI Warsawa memboyong empat jenama UMKM unggulan, yaitu Serlium Leathers, Ittaherl, Roka Collections, dan Umiy Lasega Batik.
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
Pelajari strategi pengiriman Ramadan agar lebih efisien. Simak tips untuk kelola lonjakan pesanan, kirim paket besar, hingga fitur COD Ongkir.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tekanan dan ketidakpastian, pengusaha muda membutuhkan kepastian arah kebijakan.
Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum.
Ebbot menghadirkan teknologi AI andal, sedangkan Veda Praxis menyediakan fondasi tata kelola yang kuat dan juga tim implementer dengan kapabilitas lokal.
Model kerja fleksibel berbasis platform digital dinilai menjadi bantalan sosial modern.
Pengemudi ojol dan NGO Deconstitute menggugat skema kuota internet hangus ke Mahkamah Konstitusi dengan menguji UU Telekomunikasi.
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
INDUSTRI kripto di Indonesia terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved