Kamis 08 Juli 2021, 20:43 WIB

Komunikasi dan Informasi Digital di Masa Pandemi Harus Disikapi dengan Bijak

Mediaindonesia.com | Teknologi
Komunikasi dan Informasi Digital di Masa Pandemi Harus Disikapi dengan Bijak

MI/M. Irfan
Rektor Universitas terbuka Ojat Darojat

 

REKTOR Universitas Terbuka Ojat Darodjat mengatakan komunikasi dan informasi digital telah membawa “ruang baru” pada masa pandemi Covid-19 dan menjadi ekosistem dominan dari berbagai aktivitas manusia.

“Universitas Terbuka, sebagai cyber university melihat komunikasi dan informasi digital telah membawa 'ruang baru' pada masa pandemi Covid-19 yang kini menjadi ekosistem dominan dari berbagai aktivitas manusia,” ujar Ojat saat membuka konferensi virtual “Digital Communication and Information Ecosystem in the Pandemic and Post Pandemic Era : Opportunities and Challenges” yang dipantau di Jakarta, Kamis (8/7).

Dia menambahkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi hal yang tak bisa dipisahkan pada masa pandemi. Pemanfaatannya harus dilakukan dengan bijak.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri, karena media informasi dan komunikasi, termasuk media sosial terkadang seperti pedang bermata dua, yakni mempermudah penyebaran informasi, namun di sisi lain perlu upaya untuk menyaring informasi yang bertebaran di media sosial karena tidak semuanya benar.

“Ini tentu saja dapat menciptakan ekosistem komunikasi dan informasi digital yang sehat,” tambah dia.

Baca juga : Cegah Kartu SIM Ilegal, Kemenkominfo Larang Penjualan Kartu dalam Keadaan Aktif

Ojat menambahkan pandemi Covid-19 membawa berkah terselubung bagi Universitas Terbuka (UT), karena semakin banyak yang mengenal UT dengan pembelajaran jarak jauhnya. Seluruh pembelajaran dilakukan secara daring dengan kualitas akademik yang terjaga.

“Melalui konferensi ini, kami berharap dapat menjadi peluang besar bagi akademisi dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan keilmuan dan kebijakan mengenai tantangan dan peluang komunikasi dan informasi digital pada masa pandemi COVOD-19,” harap dia.

Konferensi tersebut diikuti lebih dari 70 orang akademisi dan praktisi, baik tingkat regional dan global. Mereka memaparkan hasil penelitian mengenai peluang dan tantangan besar komunikasi digital dan ekosistem informasi di tengah adaptasi masa pandemi COVID-19.

Seminar yang dilaksanakan secara daring itu menghadirkan pembicara Internasional, antara lain Dr Normah Mustafa (Univerisiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia), Dr Alexander G Flor (The University of the Philipines Open University, Filipina), Agung Suprio MIp (KPI Pusat, Indonesia), Ardi Sutedja (ICSF, Indonesia), dan Dr Sri Sediyaningsih, M.si mewakili Universitas Terbuka sebagai tuan rumah. (Ant/OL-7)

Baca Juga

Ist Gojek

Gojek Targetkan Transisi ke Kendaraan Listrik di 2030

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 15:11 WIB
Perusahaan teknologi transportasi dan pesan-antar, Gojek menargetkan pada tahun 2030 agar seluruh layanannya bisa transisi ke kendaraan...
Ist/Kemendikbud-Ristek

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan Surge India Berkolaborasi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 13:15 WIB
Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, bersama Surge, berkolaborasi untuk membekali pengusaha generasi baru pengusaha di...
ANTARA/HO

Gandeng Pinkfong, PUBG Mobile Hadirkan Baby Shark

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 11:45 WIB
Kolaborasi telah dimulai sejak 24 Oktober 2021 dengan membawa berbagai macam item-item lucu dan menggemaskan khas Baby Shark ke dalam medan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya