Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR Universitas Terbuka Ojat Darodjat mengatakan komunikasi dan informasi digital telah membawa “ruang baru” pada masa pandemi Covid-19 dan menjadi ekosistem dominan dari berbagai aktivitas manusia.
“Universitas Terbuka, sebagai cyber university melihat komunikasi dan informasi digital telah membawa 'ruang baru' pada masa pandemi Covid-19 yang kini menjadi ekosistem dominan dari berbagai aktivitas manusia,” ujar Ojat saat membuka konferensi virtual “Digital Communication and Information Ecosystem in the Pandemic and Post Pandemic Era : Opportunities and Challenges” yang dipantau di Jakarta, Kamis (8/7).
Dia menambahkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi hal yang tak bisa dipisahkan pada masa pandemi. Pemanfaatannya harus dilakukan dengan bijak.
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri, karena media informasi dan komunikasi, termasuk media sosial terkadang seperti pedang bermata dua, yakni mempermudah penyebaran informasi, namun di sisi lain perlu upaya untuk menyaring informasi yang bertebaran di media sosial karena tidak semuanya benar.
“Ini tentu saja dapat menciptakan ekosistem komunikasi dan informasi digital yang sehat,” tambah dia.
Baca juga : Cegah Kartu SIM Ilegal, Kemenkominfo Larang Penjualan Kartu dalam Keadaan Aktif
Ojat menambahkan pandemi Covid-19 membawa berkah terselubung bagi Universitas Terbuka (UT), karena semakin banyak yang mengenal UT dengan pembelajaran jarak jauhnya. Seluruh pembelajaran dilakukan secara daring dengan kualitas akademik yang terjaga.
“Melalui konferensi ini, kami berharap dapat menjadi peluang besar bagi akademisi dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan keilmuan dan kebijakan mengenai tantangan dan peluang komunikasi dan informasi digital pada masa pandemi COVOD-19,” harap dia.
Konferensi tersebut diikuti lebih dari 70 orang akademisi dan praktisi, baik tingkat regional dan global. Mereka memaparkan hasil penelitian mengenai peluang dan tantangan besar komunikasi digital dan ekosistem informasi di tengah adaptasi masa pandemi COVID-19.
Seminar yang dilaksanakan secara daring itu menghadirkan pembicara Internasional, antara lain Dr Normah Mustafa (Univerisiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia), Dr Alexander G Flor (The University of the Philipines Open University, Filipina), Agung Suprio MIp (KPI Pusat, Indonesia), Ardi Sutedja (ICSF, Indonesia), dan Dr Sri Sediyaningsih, M.si mewakili Universitas Terbuka sebagai tuan rumah. (Ant/OL-7)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) punya peta yang jelas di tengah tantangan komunikasi dunia.
Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan untuk bersikap asertif. Hal ini bertujuan agar anak mampu menjaga batasan dirinya dalam relasi sosial.
Dengan pulihnya akses komunikasi, diharapkan koordinasi distribusi bantuan, pendataan korban, dan pelayanan dapur umum dapat berjalan lebih efektif.
Studi terbaru menemukan pola bunyi mirip vokal dalam klik komunikasi paus sperma di Dominika.
KOMUNIKASI publik pemerintah kini memegang peran sangat vital dalam menjaga legitimasi dan kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan disinformasi.
Hasan yang kini merupaka Komisaris PT Pertamina itu memeprtanyakan arah dan tujuan dari gaya komunikasi Purbaya.
JASA Raharja meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah BUMN 2026 ke-15 yang digelar di Jakarta, Selasa (10/3).
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Peran CFO semakin strategis dalam menjaga stabilitas bisnis sekaligus mengarahkan perusahaan menghadapi tekanan ekonomi, transformasi digital, dan tuntutan keberlanjutan.
SIP melangkah dengan visi baru untuk menjadi orkestrator infrastruktur digital terpercaya di Indonesia, yang mensinergikan teknologi global dan talenta terbaik.
Transformasi teknologi tidak hanya fokus pada pengembangan sistem, tetapi juga memastikan keamanan, keandalan, serta relevansi layanan terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.
Percepatan digitalisasi memang membawa efisiensi, namun di sisi lain memperbesar risiko karena menciptakan fragmentasi teknologi dalam sistem keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved