Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Platform Edukasi Teknologi ini Jadi Dalang Baliho Berisi Teka-Teki di Sejumlah Kota

Ghani Nurcahyadi
02/7/2021 23:23
Platform Edukasi Teknologi ini Jadi Dalang Baliho Berisi Teka-Teki di Sejumlah Kota
Baliho berisi teka-teki yang dibuat Zenius(Dok. Pribadi)

BEBERAPA hari terakhir, warganet ramai memperbincangkan tentang baliho dan videotron di tepi jalan raya yang menampilkan pertanyaan-pertanyaan pengetahuan umum. Tidak hanya di baliho dan videotron, pertanyaan-pertanyaan ini juga bermunculan di tempat tidak terduga, seperti papan belakang truk, bungkus gorengan, hingga gelas plastik di warung. 

Kuis teka-teki ini juga menampilkan kode QR yang dapat dipindai. Berdasarkan penelusuran, kode QR tersebut mengarah ke situs mulaidarimanaaja.com/, yang ternyata diinisiasi oleh perusahaan teknologi edukasi, Zenius Education, sebagai bentuk dari eksperimen sosial.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada platform-platform tersebut cukup sederhana. Misalnya, ada yang bertanya kata “WiFi” dibaca seperti ‘WayFi’ atau ‘WayFay’. Begitu juga dengan bidang matematika, ada nasi bungkus yang bertanya berapa akar dari 4.

Menanggapi hal ini, CEO Zenius Rohan Monga mengatakan, walau sederhana, namun ada sejumlah partisipan yang belum tepat menjawabnya.  

“Kami berharap pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan memantik rasa keingintahuan serta mendorong pembaca untuk saling berdiskusi satu sama lain sembari melatih pemikiran kritis merek. Karena itulah, kami sangat senang melihat banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dan saling membagikan jawaban mereka di media sosial," katanya dalam keterangan tertulis.

Saking viralnya, kampanye #MulaiDariManaAja bahkan sempat bertengger di daftar trending topic Twitter Indonesia minggu lalu. Reaksi nwarganet beragam. Ada yang penasaran tentang siapa di balik kode QR ini. Ada juga yang berdebat tentang beberapa pertanyaan yang ditemukan, misalnya apa kepanjangan dari ‘Kepo’ atau “CMIIW”. 

Selain bertujuan untuk memantik keingintahuan, ekperimen itu ertujuan untuk menangkap gambaran kemampuan dasar masyarakat Indonesia di tiga bidang keterampilan fundamental, yakni matematika, logika verbal, dan Bahasa Inggris. 

Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2019, Indonesia menempati ranking ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi. Sebanyak 70% dari anak-anak Indonesia pun berada di bawah level kompetensi minimum dalam membaca, 71% dalam matematika, dan 60% dalam sains. 

Baca juga : Baliho dan Videotron Berisi Teka-teki Hebohkan Jagat Maya

Sejak 14 Juni lalu, ‘eksperimen sosial’ yang Zenius lakukan menghasilkan lebih dari 100.000 total vote atau jawaban partisipan yang tersebar mulai dari Sumatera hingga Sulawesi. 

Dari total jawaban tersebut, sebanyak 73% (73.893) menjawab benar dan 27% (27.817) masih memberikan jawaban yang salah pada puluhan pertanyaan yang bersifat fundamental di website mulaidarimanaaja.com. Hal ini menunjukkan learning gap merupakan masalah nyata yang ada di masyarakat, dan hal tersebut harus diperbaiki. 

“Kami percaya, keterampilan fundamental menjadi kunci utama agar orang-orang dapat berpikir secara kritis dan rasional. Hal ini menjadi esensial untuk dimiliki setiap orang, agar tidak mudah terjebak hoax maupun terperangkap dalam kesesatan berpikir.” tambah Rohan. 

Kampanye unik ini merupakan salah satu cara Zenius untuk mengenalkan fitur terbarunya, ZenCore. Fitur ini menyediakan materi dan pelatihan bersifat adaptif tentang pengetahuan fundamental yang wajib dikuasai setiap individu. 

ZenCore memiliki dua bagian utama, yakni CorePractice, tempat latihan dengan ratusan ribu pertanyaan dari 3 cabang konsentrasi utama seperti logika verbal, matematika, dan Bahasa Inggris, yang bisa disesuaikan dengan tingkatan pemahaman masing-masing individu.serta CoreInsight, bagian yang menyediakan berbagai pengetahuan yang insightful seperti filsafat, basic sciences, big history yang dapat digunakan untuk mendukung dan memperluas wawasan dan sudut pandang pengguna.

“Kami menyadari setiap individu memiliki proses pembelajarannya masing-masingdan kami tidak ingin hal itu menjadi sebuah halangan. Mempelajari keterampilan fundamental dapat dimulai dari mana saja, terlepas dari tingkatan pendidikan dan latar belakang tiap orang yang berbeda-beda. Disinilah peran Zenius sebagai lembaga edukasi di ranah digital yang berupaya untuk memfasilitasi hal tersebut,” tutup Rohan . 

Tersedia di aplikasi Zenius, fitur ZenCore dapat diakses secara gratis. Terdiri dari 100 level dengan total lebih dari 135.000 pertanyaan yang disajikan dalam format permainan. Ke depannya, Zenius akan terus mengembangkan fitur-fitur yang memanfaatkan teknologi AI untuk memberikan pengalaman belajar terbaik dan menyenangkan untuk seluruh pengguna di Indonesia. 

Sejauh ini, Zenius menjadi salah satu penyedia konten edukasi terbesar di Indonesia dengan koleksi lebih dari 90.000 video pembelajaran dan ratusan ribu latihan pertanyaan gratis. Per Desember 2020, Zenius memiliki lebih dari 20 juta pengguna di website dan aplikasi. (RO/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya