Rabu 09 Juni 2021, 21:59 WIB

Cryptocurrency dan Blockchain Bisa Jadi Masa Depan Sistem Pembayar

Ghani Nurcahyadi | Teknologi
Cryptocurrency dan Blockchain Bisa Jadi Masa Depan Sistem Pembayar

Dok. WadzPay
Ilustrasi tekonologi Blockchain

SELAMA satu dekade terakhir, sistem pembayaran telah bertransformasi dengan begitu cepat. Dari pembayaran lintas batas real-time, menuju penggunaan blockchain, mata uang kripto, termasuk juga Libra dan Diem milik Facebook. 

Belum lama ini, juga muncul Central Bank Digital Currencies (CBDC) dan stable coin yang membuat perbankan tradisional memikirkan ulang model bisnis mereka. 

CEO WadzPay Anish Jain mengatakan, mayoritas pembuat blockchain saat ini lebih berfokus pada model hybrid, yang menempatkan blockchain sebagai pusat dari ekosistem dan melengkapinya dengan teknologi tradisional lainnya, karena kebanyakan instansi melakukannya.

"Banyak yang perlu diperbaiki agar blockchain bisa benar – benar bersaing dengan sistem pembayaran tradisional saat ini," kata Anish dalam diskusi Fintech Forum bertajuk Masa Depan Pembayaran Sistem Perbankan: Peran Blockchain dan Kripto.

Menurutnya, blockchain berupaya untuk mengisi peran tertentu yang tidak bisa diisi oleh sistem pembayaran tradisional yang berlapis-lapis dan menyebabkan tingginya biaya yang ditimbulkan oleh sistem pembayaran itu sendiri. Blockchain berusaha membawa masyarakat unbanked karena berbagai alasan tadi ke dalam ekosistem keuangan, menggunakan pendekatan hybrid. 

Baca juga : Mau Ganti Ponsel 5G? Ini Daftar Pilihannya

Kebanyakan penggunaan awal blockchain adalah dari perspektif konsumen. Semua fitur yang dimiliki blockchain misalnya, bisa dimasukan ke dalam smart money yang bisa digunakan dalam kebutuhan transaksi barang-barang sosial sehari-hari. 

"Misalnya saja ditengah wabah pandemi dan orang memerlukan dana bantuan, penggunaannya sangat relevan dibanding penggunaan uang kas maupun aplikasi pembayaran lainnya,"  ujar Anish.

Anish berpendapat CBDC masih memberikan manfaat kepada masyarakat, misalnya terkait pemerataan kesejahteraan dan distribusi akses yang sama terhadap kredit. 

"Pemerintah dan Bank Sentral akan menyukai CBDC karena kemudahan, penghematan biaya dan juga pengawasannya. Namun, banyak bagian dari masyarakat umum masih akan lebih memilihnya sebagai solusi alternatif," ucapnya

Anish berharap dari sisi konsumen, ke depan, pembayaran, transfer dan penyelesaian transaksi akan bisa dilakukan dalam hitungan jam, bukan tiga hari seperti yang masih terjadi sekarang. Hal itu akan membawa efisiensi yang sangat besar.  (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara/HO/PUBG Mobile

PUBG Mobile dan Line Friends Jalin Kerja Sama

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 Juni 2021, 08:40 WIB
Karakter Line Friends seperti Brown, Cony, dan Sally akan tersedia dalam bentuk item bertema yang hanya bisa didapatkan dalam waktu...
Dok. Zipmex

Koin DOGE Resmi Diperdagangkan di Platform Zipmex

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 21 Juni 2021, 22:45 WIB
Koin digital yang tadinya hanya menjadi candaan di kalangan pegiat aset kripto tersebut kini menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar...
Dok.MI/Ilustrasi

Agar 5G Optimal, Pemerintah Diminta Siapkan Frekuensi Millimeter Waves

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 15:39 WIB
Ketua Forum 5G Indonesia, Sigit Puspito Wigati Jarot, mengatakan operator harus berani mengeksplor bisnis model 5G untuk melengkapi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya