Sabtu 01 Mei 2021, 22:29 WIB

Kolaborasi Wujudkan Percepatan Program Indonesia Terdigitalisasi

Gana Buana | Teknologi
Kolaborasi Wujudkan Percepatan Program Indonesia Terdigitalisasi

DOK IST
Pelajar menggunakan gawai untuk mengakses dunia maya.

MEMBANGUN fasilitas telekomunikasi di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) bukan lah hal mudah. Tantangan serta rintangan selalu saja mengiringi demi mewujudkan percepatan program Indonesia terdigitalisasi pada 2023 mendatang.

Kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan cukup menyulitkan pemenuhan ketersediaan layanan internet hingga ke daerah 3T. Area di luar Jawa menjadi wilayah terbanyak yang belum terjangkau internet. Setidaknya masih ada 70 juta penduduk Indonesia yang kesulitan mendapat akses internet.

Direktur Sumberdaya dan Administrasi BAKTI Kominfo Fadhilah Mathar menyampaikan, menyediakan fasilitas telekomunikasi saat ini memang menjadi tugas BAKTI Kominfo agar transformasi digital tumbuh dengan cepat. Pada 2021 hingga 2022, pemerintah lewat program BAKTI  menargetkan pembangunan fisik di mana sebanyak 7904 desa/kelurahan yang saat ini belum terjangkau internet dapat menikmati sinyal 4G.

 “Fokus utama BAKTI Kominfo adalah menyediakan infrastruktur jaringan di daerah-daerah yang masuk dalam kategori tertinggal, terluar, terdepan, dan terpencil yang selama ini tidak tersentuh oleh operator selular,”ungkap Fadhilah dalam forum virtual Media Sila belum lama ini.

Fadilah menjelaskan, lewat berbagai kolaborasi termasuk dengan pihak swasta, BAKTI pun terus bergerak untuk mencapai target. Mulai dari pengadaan lahan oleh pemerintah daerah, pihak swasta pengerja pembangunan infrastruktur hingga provider selular.

"Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah non-3T pun bahkan mengajukan diri agar di wilayah mereka di bangun infrastruktur, namun dengan keterbatasan resources dan kewenangan tentu tidak bisa kami lakukan," jelas dia.

Penuh tantangan

Salah satu perusahaan penyedia jaringan dan solusi telekomunikasi, Lintasarta merupakan salah satu pihak yang ikut andil dalam pembangunan infrastruktur percepatan digitalisasi Indonesia. Lintasarta bersama konsorsiumnya mendapat kesempatan untuk membangun 1795 BTS (base transceiver station) di kawasan Papua Barat dari total 7000-an BTS yang menjadi target BAKTI Kominfo di seluruh Indonesia.

Direktur Marketing and Solution Lintasarta, Ginanjar menyampaikan, banyak tantangan yang dihadapi oleh para penyedia jaringan khususnya di daerah-daerah pedalaman wilayah non-3T. Mulai dari geografis, tingkat keamanan di lokasi, transportasi, dan minimnya pasokan listrik turut menjadi kendala.

"Kendala ini lah yang membuat biaya pembangunan infrastruktur telekomunikasi bervariatif," jelas dia.

 Baca juga: Dinas Kominfo Siap Bantu Pasang VSAT di 4 Kampung di Kemtuk Gresi

Ginanjar bercerita, biaya transportasi memiliki andil paling besar. Segala upaya dilakukan untuk melewati jalur darat, laut dan udara agar bisa sampai ke titik pembangunan di daerah 3T.

"Bahkan, terkadang saat jalur darat sudah tidak bisa pagi ditempuh menggunakan kendaraan kami harus tarik menggunakan kerbau, ada pula suatu waktu muatan transportasi jalur laut tenggelam sehingga menyebabkan kerusakan alat. Tentu ini membuat cost membengkak," lanjut dia.

Belum lagi, lanjut dia, soal aliran listrik di daerah 3T. Pasokan tegangan listrik yang tidak stabil memaksa pengerjaan menambah alat agar tegangan bisa stabil.

"Kalau di Jakarta misalnya tinggal colok, di sana sekali colok bukannya dapat 200 volt malah dia turun hingga 160 volt, ini bisa menyebabkan kerusakan alat, jadi harus kita bantu pakai power step up," jelas dia.

Guna menyikapi kendala lapangan, BAKTI Kominfo selalu mengadakan pendekatan dengan pemda setempat dan aparat keamanan, agar proyek berjalan dengan mulus. BAKTI Kominfo merasa mendapat kemudahan karena aspek penyediaan lahan umumnya disediakan oleh pemerintah daerah. Dengan begitu BAKTI Kominfo bisa berkonsentrasi pada aspek pembangunan fisiknya. (R-3)

Baca Juga

Dok. MLBB

Gim Mobile Legends Luncurkan Film Pendek di Perataan 515 eParty

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 00:11 WIB
Selaras dengan perayaan 515 eParty itu, Moonton Indonesia, pengembang gim MLBB, menggandeng sutradara Timo Tjahjanto menggarap film...
Dok Samsung

Konfabulasi, Angga Sasongko Maksimalkan Galaxy S21 Ultra 5G

👤Retno Hemawati 🕔Rabu 12 Mei 2021, 23:46 WIB
Galaxy Movie Studio 2021 telah meluncurkan secara resmi film pendek “Konfabulasi” yang merupakan kolaborasi Samsung dengan...
lindseyelmore.com

Panggilan Video Diprediksi Bakal Mendominasi saat Idul Fitri

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 21:58 WIB
Operator seluler memprediksi penggunaan internet di libur Idul Fitri salah satunya akan didominasi panggilan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya