Rabu 27 Januari 2021, 17:09 WIB

Aplikasi Saham Permudah Analisis Tren

Budi Ernanto | Teknologi
Aplikasi Saham Permudah Analisis Tren

MI/ADAM DWI
Suasana kegiatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (26/3/2020).

 

PERUSAHAAN rintisan teknologi emiten.com menyatakan fokusnya untuk membantu meningkatkan pemikiran strategis dalam setiap pengambilan keputusan masyarakat Indonesia khususnya trader pemula maupun hingga yang sudah berpengalaman.

Terlebih, bisa dilihat kondisi sekarang di mana banyak trader awam yang membeli saham hanya dengan mengikuti influencer atau feeling. Parahnya, ada yang menggunakan dana pinjaman.

“Membeli saham dengan valuasi tinggi dan berharap ada orang di luar sana berminat dengan harga lebih mahal lagi sesuai timing yang anda inginkan adalah awal kesalahan di bursa saham," ujar Denny Huang, Founder emiten.com dalam keterangan resminya yang diterima pada Rabu (27/1).

Denny menambahkan, justru banyak faktor yang perlu diperhatikan ketika ingin masuk ke dunia jual beli saham. Entah itu untuk jangka waktu harian atau ingin sebagai investasi. Misalnya, perhatikan juga faktor PBV, PER, PCFR, PSR, DER, EPS, NPM, perpajakan, sentimen induk atau afiliasi perusahaan, aksi korporasi right issue, trend bisnis satu dua tahun ke depan, hingga good corporate governance perusahaan.

Baca juga: Bursa Terkerek Sentimen Pemilu AS

“Kita sebagai startup research & insight akan tetap independen dan fokus berikan value melalui analisis maupun fitur yang terus diperbaharui. Sehingga pertumbuhan user drastis pada masa promo yang hanya kurang dari 23ribu rupiah sebulan. Kebanyakan user hanya menggunakan sebagai second opinion saja,” terang Managing Director emiten.com Vania.

Sebagai contoh analisis, kebijakan green energy Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menguntungkan tak hanya emiten yang berkaitan dengan mobil listrik seperti PT Aneka Tambang tbk (ANTM).

Selain itu juga berpotensi memberikan cuan untuk yang bergerak di bidang penggunaan biofuel ethanol dengan berbahan dasar jagung. Hal itu dapat dilihat dari kenaikan harga jagung futures terus menerus, diikuti dengan biji bijian lainnya seperti gandum, kacang kedelai dan minyak kedelai. Alhasil sektor perkebunan seperti CPO pun sudah pasti akan terkerek. (R-3)

Baca Juga

Dok. Toge Productions

A Space for the Unbound, Gim Lokal Teratas di Steam

👤Pro/M-2 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 07:30 WIB
SATU lagi gim buatan pengembang lokal meraih popularitas di ranah...
Dok. 123RF.com

Progresif dan Kontroversi karena AI

👤Putri Rosmalia 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 07:25 WIB
Pro dan kontra antara lain datang karena aplikasi berbasis AI yang disebut menyamarkan bentuk...
MI/Adi Kristiadi

Indosat Business Luncurkan Platform Analisa Data Bantu

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 07:15 WIB
INDOSAT Ooredoo Hutchison (IOH), melalui Indosat Business, bekerja sama dengan Google meluncurkan layanan Indosat Digital Analytics...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya