Jumat 08 Januari 2021, 04:25 WIB

Bursa Terkerek Sentimen Pemilu AS

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Bursa Terkerek Sentimen Pemilu AS

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
IHSG ditutup menguat 87,95 poin atau 1,45% ke posisi 6.153,63.

 

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin ditutup menguat seusai kemenangan Partai Demokrat di Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, yang sekaligus menandai penguasaan mayoritas kursi Senat AS.

IHSG ditutup menguat 87,95 poin atau 1,45% ke posisi 6.153,63.

Adapun kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,64 poin atau 1,23% ke posisi 957,31.

“Sentimen positif bagi indeks terutama dari eksternal terkait kemenangan kubu Demokrat di Senat AS sehingga program Joe Biden, seperti dukungan terhadap pengembangan energi ramah lingkungan serta stimulus yang lebih besar, bisa terwujud,” kata analis Indo Premier Sekuritas, Mino, kemarin di Jakarta.

Dari dalam negeri, lanjut Mino, kekhawatiran akan penerapan pemberlakuan pemba­tas­an kegiatan masyarakat (PPKM) juga sudah mereda karena hanya diterapkan di beberapa kota yang memenuhi kriteria, ti­dak diterapkan di seluruh kota Jawa dan Bali.

Setelah dibuka menguat, IHSG nyaman berada di teritori positif hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, sembilan sektor meningkat, dengan pertambangan menjadi yang paling tinggi yakni 5,61%, diikuti sektor industri dasar dan sektor keuangan masing-masing 2,12% dan 1,73%. Sebaliknya, satu sektor terkoreksi, yakni sektor aneka industri sebesar minus 1,01%.

Kenaikan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing sebesar Rp845,39 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.622.791 kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,45 miliar lembar senilai Rp21,83 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 187 saham menurun, dan 169 saham tidak bergerak nilainya.
Rupiah melemah.

Rupiah ditutup melemah 15 poin di level 13.910 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 13.895. Mungkin pelemahan itu masih akan berlanjut pada perdagangan Jumat (8/1) di kisaran 13.900 hingga 13.950.   

Sementara itu, langkah pengetatan PSBB yang diberlakukan pemerintah dikhawa­tirkan dapat menekan konsumsi sehingga memengaruhi pertumbuhan.

“Yang terpenting pemerintah memperhatikan kebutuhan masyarakat. Yang utama adalah kesehatan. Kemudian yang kedua, pemerintah hadir untuk menjaga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, kemarin.

Sebelumnya banyak pengamat yang mengatakan 2021 merupakan tahun pemulihan sebab pandemi covid-19 bisa teratasi dengan ditemukannya vaksin.

Namun, pada kenyataannya penyebaran covid-19 semakin menggila, bahkan sudah berkembang dengan varian baru yang penyebarannya lebih cepat dan tidak bisa terkendali.

Itu semua di luar prediksi sehingga pemerintah harus lebih sigap lagi dalam penanganan pandemi covid-19. Tahun 2021 pun diprediksi akan menjadi tahun tersibuk bagi pemerintah untuk mengatasi covid-19 dan menstabilkan ekonomi dari serangan covid-19 dan variannya.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5% mungkin tidak akan tercapai sehingga pemerintah akan merevisi pertumbuhan ekonominya di kuartal pertama,” kata Ibrahim.

Namun, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto memastikan bahwa pengetatan yang dilakukan pemerintah tidak akan membatasi aktivitas ekonomi sehingga target pertumbuhan masih dapat tercapai. (Ant/E-1)

Baca Juga

Ist

 IAPI Dikukuhkan Jadi Anggota Penuh Akuntan Publik Internasional

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 15:22 WIB
IAPI resmi diakui sebagai organisasi profesi akuntansi (Professional Accountancy Organization - PAO) berkualitas tinggi di antara 180 PAO...
FOTO-FOTO/DOK BAKAMLA

Temukan Cadangan Migas di Natuna Timur, SKK Migas: Ini Sumur Kunci

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 30 November 2021, 15:09 WIB
Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengungkapkan, temuan cadangan ini diperoleh melalui pengeboran dua sumur delineasi Singa...
Antara/Ahmad Subaidi.

OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS 2021-2025

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 30 November 2021, 14:20 WIB
Data OJK pada periode Januari-September 2021 aset BPR dan BPRS tmbuh 8,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya