Senin 25 Januari 2021, 05:46 WIB

Akibat Pembaruan Persyaratan, WhatsApp Kehilangan Jutaan Pengguna

Atikah Ishmah Winahyu | Teknologi
Akibat Pembaruan Persyaratan, WhatsApp Kehilangan Jutaan Pengguna

MI/RAMDANI
Logo WhatsApp terlihat di sebuah layar ponsel.

PENJELASAN yang kurang memadai terkait pembaruan syarat layanan membuat jutaan pengguna WhatsApp beralih ke layanan alternatif seperti Signal dan Telegram.

Eksodus yang sangat besar itu menyebabkan WhatsApp menunda penerapan persyaratan baru, yang telah dijadwalkan pada 8 Februari dan menjalankan kampanye pembatasan kerusakan untuk menjelaskan kepada pengguna terkait perubahan yang mereka buat.

Selama tiga minggu pertama Januari, Signal telah memperoleh 7,5 juta pengguna secara global, menurut angka yang dibagikan komite urusan dalam negeri parlemen Inggris, sementara Telegram telah memperoleh 25 juta.

Baca juga: Whatsapp Perpanjang Masa Peninjauan Pembaruan Hingga 15 Mei

Dalam kedua kasus tersebut, peningkatan tampaknya datang dari para pengguna WhatsApp. Data yang dilacak perusahaan analitik App Annie menunjukkan WhatsApp turun dari peringkat delapan menjadi 23 sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh di Inggris pada 12 Januari.

Sebaliknya, Signal, yang tidak termasuk dalam 1.000 aplikasi teratas di Inggris pada 6 Januari, justru menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di negara tersebut pada 9 Januari.

Direktur Kebijakan Publik WhatsApp untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Niamh Sweeney mengatakan kepada komite urusan dalam negeri bahwa eksodus itu diyakini terkait dengan pembaruan persyaratan layanan perusahaan.

Dia menjelaskan pembaruan tersebut dimaksudkan untuk dua hal yakni mengaktifkan serangkaian fitur baru seputar perpesanan bisnis dan membuat klarifikasi serta memberikan transparansi yang lebih besar seputar kebijakan perusahaan yang sudah ada sebelumnya.

“Tidak ada perubahan pada kebijakan berbagi data kami dengan Facebook di mana pun di dunia,” kata Sweeney.

Tetapi, setelah unggahan viral yang tersebar luas di WhatsApp yang mengklaim bahwa kebijakan privasi justru memberi layanan hak untuk membaca pesan pengguna dan menyerahkan informasi tersebut ke perusahaan induknya, Facebook, WhatsApp mengumumkan penundaan dalam penerapan persyaratan layanan baru.

"Kami ingin memperjelas bahwa pembaruan kebijakan tidak mempengaruhi privasi pesan Anda dengan teman atau keluarga dengan cara apa pun," kata WhatsApp dalam pembaruan yang diposting ke situsnya.

Perusahaan mengatakan akan menunda implementasi kebijakan barunya hingga 15 Mei.

Direktur Wawasan Pasar App Annie Amir Ghodrati mengatakan bergerak cepat terkait masalah ini adalah hal penting.

“Jenis peralihan dalam aplikasi perpesanan dan jejaring sosial ini bukanlah hal yang aneh. Karena sifat dasar aplikasi sosial dan bagaimana fungsi utamanya melibatkan komunikasi dengan orang lain, perkembangannya sering kali dapat bergerak cukup cepat, berdasarkan peristiwa terkini. Kami telah melihat permintaan yang meningkat selama beberapa tahun terakhir akan pesan terenkripsi dan aplikasi yang berfokus pada privasi,” ujarnya.

Ghodrati menuturkan, pergeseran ke aplikasi perpesanan yang lebih berfokus pada privasi telah dibangun sebelum bencana hubungan masyarakat WhatsApp.

“Aplikasi perpesanan yang menyediakan fitur privasi mengalami pertumbuhan keterlibatan terbesar pada (paruh pertama) 2020. Aplikasi ini melihat rata-rata 30% lebih banyak pengguna aktif daripada alternatif. Aplikasi seperti Signal, Telegram, Wickr, dan WhatsApp menawarkan fitur privasi mulai dari transfer data terenkripsi ujung ke ujung hingga pesan yang merusak diri sendiri,” jelasnya.

Ironisnya, dalam beberapa hal, WhatsApp lebih fokus pada privasi daripada pesaingnya, Telegram.

WhatsApp merupakan yang pertama menerapkan enkripsi ujung ke ujung yang mencegah penyedia layanan untuk dapat mengakses pesan pengguna secara default untuk setiap obrolan kecuali antara pengguna dan bisnis besar.

Sementara Telegram hanya mengaktifkan enkripsi ujung-ke-ujung untuk obrolan rahasia, sebuah opsi yang harus dipilih secara aktif oleh pengguna untuk setiap kontak. Obrolan semacam itu dimaksudkan untuk orang yang menginginkan lebih banyak kerahasiaan daripada umumnya. (The Guardian/OL-1)

Baca Juga

Dok: SnackVideo

SnackVideo Investasikan Miliaran untuk SnackVideo Creator Academy

👤Retno Hemawati 🕔Senin 12 April 2021, 03:50 WIB
Program baru dari media sosial berbasis video pendek ini mendukung para pengguna untuk menggali dan menampilkan potensi diri melalui video...
ANTARA FOTO/Jojon

Polri Mulai Terapkan Perpanjangan SIM dengan Aplikasi Android

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 11 April 2021, 18:59 WIB
Polri akan segera merilis aplikasi pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang bernama Sinar (SIM Nasional...
Handout / NASA/JPL-CALTECH / AFP

Helikopter Luar Angkasa NASA Siap Jelajah di Mars

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 10 April 2021, 21:38 WIB
Rencana saat ini untuk percobaan pertama pada penerbangan bertenaga dan terkontrol di planet lain adalah untuk helikopter 1,8 kilogram,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya