Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MOBILE Marketing Association (MMA), pemimpin asosiasi global di bidang industri mobile marketing meluncurkan laporan bertajuk Indonesia Mobile Ecosystem Report 2019 di Jakarta, Rabu (11/12).
Laporan tersebut merupakan lanjutan kesuksesan dari peluncuran Mobile Ecosystem Report yang sebelumnya telah diluncurkan di Vietnam dan India.
Penggunaan layanan berbasis seluler dalam skala global semakin berkembang secara signifikan. Berdasarkan GSMA Intelligence, pada akhir 2018, lebih dari 5,1 miliar orang di seluruh dunia (hampir 67% dari populasi global) terkoneksi dengan telepon genggam dan diprediksi pada tahun 2025, 71% dari keseluruhan populasi akan terkoneksi dengan layanan seluler.
Shanti Tolani, Country Manager, MMA Indonesia mengatakan bahwa Indonesia sendiri merupakan negara dengan 97% populasi atau sekitar 171 juta orang merupakan pengguna internet.
Berisikan data primer dan sekunder yang bersumber dari anggota MMA dan beberapa mitra seperti Facebook, Google, Twitter, Gojek, GroupM, Nestle, Kompas Gramedia, Inmobi, AdColony, Havas Group, Mindshare, Euromonitor International, PubMatic, GlobalWebIndex, Hootsuite, Comscore, dan Telkomsel DigiAds, Indonesia Mobile Ecosystem Report 2019 akan memberikan pemahaman utama yang dapat membantu para pemasar untuk dapat menavigasikan ekosistem berbasis seluler di Indonesia.
Shanti menjelaskan temuan utama dalam Indonesia Mobile Ecosystem Report 2019:
Dominasi Ponsel Pintar – Indonesia akan menjadi negara adidaya ponsel pintar di tahun 2025 dengan 410 juta pengguna mengikuti China (1469 juta) dan India (983 juta) sebagai tiga besar pasar ponsel pintar secara global.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Global Web Index, hampir 97% pengguna internet di Indonesia menggunakan ponsel pintar untuk terhubung ke web.
Pergeseran Pemilihan Layar- Masyarakat Indonesia mulai beralih dari laptop ke ponsel di tahun 2014-2019. Mereka bahkan menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan ponsel dibandingkan dengan negara lain.
Kebangkitan Micro & Nano Influencer- Masyarakat Indonesia banyak menghabiskan waktunya untuk berinteraksi secara online di media sosial.
Sebanyak 92% pengguna internet di Indonesia rata-rata menghabiskan 3 jam 26 menit per hari untuk mengakses media sosial. Banyak pertimbangan berbelanja dipengaruhi oleh media sosial, hal ini merupakan alasan pemasaran melalui influencer meningkat dan menjadi sebuah tren.
Konsumen Indonesia lebih memilih pelayanan dan pengalaman dibandingkan produk – Traveling merupakan sektor individual dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, bahkan menghabiskan sekitar 14% pengeluaran.
Pelayanan dalam bidang kuliner merupakan sektor terbesar kedua dengan angka pengeluaran 19%. Menurut bank investasi JP Morgan, Indonesia adalah salah satu pasar perdagangan seluler paling cepat berkembang di dunia, dan bernilai $ 7,1 miliar.
Meningkatnya Iklan Programmatic- Untuk meningkatkan efisiensi dan daya jangkau pemasaran, para pemasar meningkatkan adopsi periklanan yang dirancang secara khusus atau terprogram.
Hal ini menjadikan pesan yang disampaikan para pemasar sampai ke target khalayak yang diinginkan, di waktu yang tepat dengan konteks yang sesuai, menggunakan pemahaman khalayak dan sarana teknologi.
Pengeluaran untuk periklanan digital tumbuh hingga 19% di tahun 2019, pertumbuhan ini relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan luar biasa hingga tiga digit beberapa tahun yang lalu. Pertumbuhan digital dipimpin oleh video (+33%) dan sosial (+27%)
“Sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan industri berbasis seluler tercepat, Indonesia menawarkan peluang besar bagi pemasar dalam memanfaatkan berbagai saluran dinamis untuk meraih khalayak yang luas," jelas Shanti.
"Indonesia Mobile Ecosystem Report 2019 dapat membantu para pelaku di industri ini untuk membuka potensi seluler secara maksimal dan mempersiapkan diri untuk dunia berbasis seluler yang selalu berkembang," papar Shanti. (OL-09)
Pemilihan Kabupaten Tuban didasari oleh karakteristik wilayah pesisir utara Jawa yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor pertanian dan perikanan.
Pertumbuhan belanja digital di Indonesia sepanjang 2025 ikut mendorong kinerja sejumlah pelaku teknologi pendukung ekosistem e-commerce.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1 Januari 2026. Simak panduan update, fitur AirTag 2, dan daftar iPhone yang kompatibel mulai iPhone 11 hingga iPhone 17.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Tech Data, anak perusahaan TD SYNNEX, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sangfor Technologies untuk menghadirkan solusi infrastruktur teknologi informasi (TI) terintegrasi.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved