Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Secara nasional, Kabupaten Garut memberikan share produksi terbesar pertama untuk cabai besar dan terbesar ke-7 untuk cabai rawit.
Di tengah mahalnya harga cabai dipasaran, demonstration plot (demplot) milik Bank Indonesia Perwakilan Kalteng berhasil memanen 12 ton cabai di lahan 0,5 hektar.
Kondisi tersebut membuat konsumen resah. Diperkirakan harga cabai bakal terus melambung naik jika cuaca buruk masih melanda kawasan penghasil cabai.
Stok cabai kosong lantaran petani lokal sudah tidak ada panen. Bahkan, pasokan cabai dari sejumlah daerah di luar Malang sangat minim.
Jika kondisi harga tidak terkendali, tidak menutup kemungkinan dilakukan operasi pasar.
Di sentra pertanian cabai di pantura Jateng seperti Pemalang, Demak, Pati, Grobogan, Blora, dan Kabupaten Semarang, panen cabai rawit merah sangat sedikit.
Menurunnya produksi cabai di tingkat petani di Kabupaten Garut setiap tahun disebabkan dari serangan hama.
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, menegaskan tidak ada impor untuk merespons kenaikan harga cabai yang terjadi dua bulan terakhir.
Konsumen berharap agar pemerintah bisa memperbaiki tata niaga cabai dan kebutuhan lainnya.
Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga bisa dijual untuk menambah pendapatan.
Masa produktif tanaman cabai menjadi lebih pendek, yang biasanya 12-20 kali petik saat ini hanya 8-12 kali petik
Kementan melalui Pasar Mitra Tani/TTIC Badan Ketahanan Pangan (BKP) melakukan gelar pangan murah (GPM) cabai rawit mulai 7 Maret 2021.
Terjadinya gagal panen pada tanaman cabai disebabkan karena tanaman tersebut sensitif terhadap curah hujan.
SEPEKAN sebelumnya harga cabai rawit masih Rp60 ribu/kg, kini Rp100 rubu/kg dan komoditas lain ikut-ikutan menaikkan harga dengan alasan cuaca buruk pasokan berkurang.
Saat ini intensitas hujan mulai berkurang dan petani sudah menyebar benih.
Masyarakat di Sulut memang unik karena telah menjadikan cabai rawit sebagai salah satu kebutuhan pokok.
Mentan SYL memberikan arahan kepada Ditjen Hortikultura untuk mengendalikan gejolak pasokan dan harga cabai yang terjadi pada beberapa hari terakhir, khususnya cabai rawit.
PEMKAB Sukabumi menyediakan lahan seluas lebih kurang 1,5 hektare yang akan digunakan untuk percontohan program closed loops cabai di Kecamatan Sukaraja.
Luas lahan tanam cabai merah besar yang dikelola oleh 200 petani penerima KUR mencapai 200 hektare atau rata-rata satu hektare per orang.
"Tersendatnya pasokan cabai ke Jakarta karena pengaruh cuaca menjadi penyebab melonjaknya harga cabai," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Buyung Airlangga,
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved