Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai Partai Gelombang Rakyat (Gelora) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sulit untuk disatukan. Hal itu disampaikannya saat menanggapi wacana bergabungnya PKS ke dalam koalisi pemerintahan baru Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran).
Konflik antara elite Gelora yang sempat menjadi kader PKS, kata Ujang, menjadi penyebab utama. Bagi Ujang, hubungan Gelora dengan PKS bak minyak dan air.
"Saya melihat kedua partai tersebut sulit untuk disatukan, sulit untuk dipertemukan, karena pecah. Tadinya kawan, sekarang menjadi lawan. Itu persoalannya," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (1/5).
Baca juga : Partai Gelora Tolak PKS Gabung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Padahal, dalam urusan membangun bangsa dan negara, Gelora dan PKS seharusnya dapat dipersatukan lewat kepentingan yang sama. Diketahui, selama kontestasi Pilpres 2024, Gelora menjadi salah satu partai politik pendukung Prabowo-Gibran.
Adapun PKS mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang hanya mendapatkan 40.971.906 suara, jauh di bawah Prabowo-Gibran dengan 96.214.691 suara. Ujang mengatakan, dalam kondisi seperti ini, Prabowo membutuhkan Gelora dan PKS sekaligus.
Gelora dinilai sebagai partai yang loyal mendukung Prabowo saat berkontestasi dalam Pilpres 2024. Sementara PKS merupakan partai yang mendapatkan kursi di parlemen berdasarkan hasil Pileg 2024, hal yang tidak dicapai Gelora.
Baca juga : PKS: Kami tidak Ada Masalah dengan Prabowo Subianto
"Prabowo butuh keduanya. Gelora dari awal dukung Prabowo-Gibran. Di saat yang sama, Prabowo butuh PKS untuk memperkuat kekuatan di parlemen," tandasnya.
Terpisah, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menyebut PKS sebagai, "musuh bebuyutan Gelora." Elite Gelora seperti Anis Matta dan Fahri Hamzah merupakan tokoh-tokoh yang dulunya ikut membesarkan PKS. Namun, konflik internal yang terjadi membuat mereka hengkang dan mendirikan Gelora.
Adi pun memahami sikap Gelora yang mengadang PKS merapat ke pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, PKS merupakan musuh politik dan ideologis bagi Gelora, sehingga sulit untuk bersatu serta menjadi faktor penghalang PKS jika ingin bergabung ke pemerintah.
Baca juga : Golkar Respons Soal PKS Lempar Sinyal Gabung Prabowo-Gibran
"Antara sentimen pribadi dan sentimen politik campur aduk. Intinya musuh bebuyutan. Sampai kiamat sulit disatukan," pungkas Adi.
Sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfuz Sidik yang sempat menjadi kader PKS menyatakan pihaknya menolak PKS bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran karena kerap melontarkan narasi adu domba dan membelah masyarakat. Selama Pilpres 2024, misalnya, PKS dinilai acap kali melakukan serangan negatif kepada Gibran maupun Presiden Joko Widodo.
"Jika sekarang PKS mau merapat karena alasan proses politik sudah selesai, apa segampang itu PKS bermain narasi ideologisnya? Apa kata pendukung fanatiknya? Sepertinya ada pembelahan sikap antara elite PKS dan massa pendukungnya," katanya.
Baca juga : Pengalaman PKS Lengkap, tak Masalah Jadi Koalisi atau Oposisi
Sementara itu, Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini mengatakan hubungan PKS dengan Prabowo baik-baik saja. Bahkan, ia mengklaim hubungan itu sudah lama terjalin baik. Ditanya soal rencana bergabung tidaknya PKS ke pemerintahan Prabowo, ia belum mau menjawab dengan gamblang. Apalagi, pelantikan Prabowo sebagai presiden baru akan dilakukan Oktober mendatang.
"Pada waktunya PKS akan mengumumkan positioning-nya," pungkas Jazuli.
(Z-9)
PKS tidak terjebak dalam logika biner antara pilkada langsung atau tidak langsung, melainkan mendorong adanya evaluasi yang berbasis data.
Sekjen PKS Muhammad Kholid menilai kritik Pandji Pragiwaksono lewat stand up comedy sebagai dinamika demokrasi yang wajar dan perlu disikapi jernih.
Partai Demokrat yang sebelumnya sempat menolak usulan Pilkada tak langsung kini mengubah haluan dan setuju atas hal tersebut.
Kasus pembunuhan anak di Cilegon, Banten, dipicu motif ekonomi. Pelaku disebut terlilit utang setelah mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto.
Pelaku pembunuhan anak politisi PKS Maman Suherman, ditangkap polisi ketika sedang beraksi melakukan pencurian di sebuah rumah mewah di Cilegon.
Setelah hampir tiga pekan buron, pelaku pembunuhan anak anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon, Maman Suherman, akhirnya ditangkap polisi.
Hal itu diungkap Guru Besar Sosiologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Iim Halimatussadiyah. Dia menegaskan bahwa jarak adalah syarat moral dan politik bagi masyarakat sipil.
Prabowo tiba di lokasi pada pukul 10.51 WIB. Prabowo tampak menggunakan baju safari berwarna coklat muda.
Anggota Badan Pengkajian MPR-RI itu melanjutkan, Indonesia adalah negara besar yang terdiri atas beragam suku bangsa.
Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo, masyarakat telah menikmati infrastruktur jalan yang mulus dan bagus dari kota hingga ke kampung dan desa-desa.
WWF Indonesia memuji Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang dinilai membawa semangat baru dalam tata kelola kehutanan Indonesia.
SATU tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berjalan mulus bukan karena kinerja pemerintah yang efisien, melainkan karena lemahnya peran DPR
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved