Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Union Berlin vs Werder Bremen, Die Werderaner Hajar 10 Pemain Die Eisernen

Basuki Eka Purnama
09/3/2026 04:01
Union Berlin vs Werder Bremen, Die Werderaner Hajar 10 Pemain Die Eisernen
Pemain Werder Bremen melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Union Berlin di laga Bundesliga(Instagram @werderbremen)

HARAPAN Union Berlin untuk bangkit di 2026 kembali menemui jalan buntu. Dalam laga pekan ke-25 Bundesliga yang berlangsung di Stadion An der Alten Försterei, Minggu (8/3), tuan rumah harus mengakui keunggulan telak tim tamu Werder Bremen dengan skor akhir 1-4. Laga ini diwarnai drama kartu merah cepat yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.

Pertandingan sebenarnya dimulai dengan cukup manis bagi Union Berlin. Pada menit ke-18, mereka mendapatkan hadiah penalti setelah Niklas Stark melanggar Ilyas Ansah di dalam kotak terlarang. 

Derrick Köhn, yang menghadapi mantan klubnya sendiri, maju sebagai algojo dan dengan tenang menaklukkan kiper Mio Backhaus. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Namun, euforia pendukung tuan rumah hanya bertahan satu menit. Pada menit ke-19, petaka datang bagi Union Berlin. András Schäfer diganjar kartu merah langsung oleh wasit akibat tekel keras dan berbahaya terhadap Jens Stage. Pengusiran ini memaksa tim asuhan Steffen Baumgart bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari 70 menit sisa pertandingan.

Unggul jumlah pemain, Werder Bremen langsung mengambil kendali permainan. Dominasi Die Werderaner membuahkan hasil pada menit ke-31 melalui sepakan melengkung indah Olivier Deman dari tepi kotak penalti. 

Hanya berselang empat menit, Bremen membalikkan keadaan. Berawal dari sepak pojok presisi Cameron Puertas, Jens Stage melompat paling tinggi untuk menyundul bola ke gawang Union. Skor 1-2 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Bremen, yang menguasai 68% penguasaan bola, terus menekan. 

Pada menit ke-67, kerja sama apik Romano Schmid berhasil memanjakan Marco Gruell yang tinggal menyontek bola ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 3-1.

Pesta gol Bremen ditutup dengan momen emosional di masa injury time. Pemain muda berusia 18 tahun, Patrice Covic, yang baru masuk di menit ke-90, mencetak gol perdananya di Bundesliga melalui sentuhan pertama setelah menerima umpan matang Leonardo Bittencourt pada menit ke-90+4.

Jens Stage: Sang Dirigen Lapangan

Gelandang asal Denmark, Jens Stage, dinobatkan sebagai Man of the Match dalam laga ini. Selain mencetak gol krusial, ia mencatatkan efisiensi operan sebesar 86 persen dan menjadi pemain yang paling banyak memberikan tekanan di lapangan.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tim asuhan Daniel Thioune dalam misi menjauh dari zona degradasi, sekaligus menandai pertama kalinya Bremen meraih kemenangan beruntun di musim ini. 

Bremen kini menduduki peringkat 13 klasemen Bundesliga dengan raohan 25 poin dari 25 laga, unggul satu poin dari posisi playoff promosi/dergadasi.

Sebaliknya, kekalahan ini memperpanjang tren negatif Union Berlin yang baru mencicipi satu kemenangan dari sepuluh laga liga di tahun kalender 2026.

Die Eisernen kini menduduki posisi 11 klasemen Bundesliga dengan raohan 28 poin dari 25 laga. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya