Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

PSIM Tahan Semen Padang dengan 10 Pemain, Van Gastel: Bak Kemenangan

Media Indonesia
05/3/2026 15:44
PSIM Tahan Semen Padang dengan 10 Pemain, Van Gastel: Bak Kemenangan
Pesepak bola PSIM Yogyakarta Raka Cahyana (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persis Solo Althaf Indie Alrizky (kedua kiri) pada Laga BRI Super League 2025-2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Jumat (6/2/2026).(Antara/Andreas Fitri Atmoko)

PELATIH PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, melontarkan pujian setinggi langit bagi semangat juang anak asuhnya usai berhasil mencuri satu poin di markas Semen Padang FC. Berlaga di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Rabu (4/3/2026) malam, Laskar Mataram sukses menahan imbang tuan rumah dengan skor 0-0 meski harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.

Pertandingan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 ini menjadi ujian berat bagi PSIM. Gelandang andalan mereka, Fahreza Sudin, diganjar kartu merah langsung oleh wasit pada menit ke-38 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bek Semen Padang, Samuel Christianson Simanjuntak.

Perubahan Taktik dan Mentalitas Baja Laskar Mataram

Kehilangan satu pemain di babak pertama memaksa Jean-Paul van Gastel memutar otak. Pelatih asal Belanda tersebut mengakui bahwa insiden kartu merah mengubah drastis pertandingan yang awalnya berlangsung seimbang.

"Saya mengagumi tim saya atas semangat juang yang ditunjukkan. Kami tidak hanya bermain cukup baik secara teknis, tetapi kami membuktikan punya mentalitas petarung," ujar Van Gastel sebagaimana dikutip dari laman resmi klub, Kamis (5/3/2026).

Pascakartu merah, PSIM beralih ke skema bertahan total untuk meredam agresivitas Kabau Sirah. "Kami mencoba menutup ruang karena kalah jumlah pemain. Kami terpaksa menerapkan blok pertahanan rendah (low block) untuk menjaga kesucian gawang," tambahnya.

Bagi Van Gastel, hasil imbang ini terasa sangat spesial. Ia membandingkan performa ini dengan laga-laga sebelumnya melawan Bali United dan PSBS Biak saat timnya selalu menunjukkan daya juang meski dalam posisi tertekan. "Bagi kami, satu poin ini terasa sedikit seperti suatu kemenangan," tegas eks asisten pelatih Feyenoord tersebut.

Statistik Pertandingan: Meskipun bermain dengan 10 orang selama lebih dari 50 menit, PSIM Yogyakarta berhasil mencatatkan clean sheet krusial di kandang lawan.

Apresiasi Pemain dan Update Klasemen BRI Super League

Senada dengan sang pelatih, winger PSIM Riyatno Abiyoso juga mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya di lapangan. Menurutnya, koordinasi antar pemain tetap terjaga meski berada di bawah tekanan konstan pendukung tuan rumah.

"Apresiasi untuk semua rekan atas perjuangan maksimal mempertahankan poin malam ini. Kita patut bersyukur bisa mendapat poin di kandang lawan yang sangat sulit," kata Abiyoso.

Hasil imbang tanpa gol ini membawa dampak cukup signifikan bagi kedua tim di papan klasemen:

  • PSIM Yogyakarta: Mengoleksi 38 poin dan tetap bersaing di posisi delapan besar.
  • Semen Padang FC: Meski gagal menang, tambahan satu poin ini cukup untuk membawa Kabau Sirah beranjak keluar dari posisi juru kunci klasemen sementara BRI Super League. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya