Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
BENFICA angkat bicara membela gelandang mudanya, Gianluca Prestianni, menyusul tuduhan rasisme terhadap Vinicius yang dilontarkan kubu Real Madrid.
Kontroversi mencuat setelah kemenangan 1-0 Madrid atas Benfica di Lisbon, Rabu (18/2), pada leg pertama playoff babak gugur Liga Champions. Benfica Vs Real Madrid
Prestianni dituding melontarkan hinaan bernada rasial kepada pemain asal Brasil, Vinicius Junior. Tuduhan tersebut memicu perdebatan luas dan sempat membuat pertandingan terhenti.
Melalui unggahan video di media sosial resminya, Benfica menegaskan jarak antarpemain saat insiden terjadi tidak memungkinkan pemain Madrid mendengar secara jelas yang diucapkan.
Klub Portugal itu menyatakan dukungan penuh terhadap Prestianni. Sang pemain juga membantah keras tudingan tersebut.
“Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius Junior. Sayangnya, ia salah memahami apa yang menurutnya ia dengar," kata Prestianni.
Kontroversi bermula ketika Vinicius merayakan golnya di depan pendukung tuan rumah. Selebrasi tersebut memicu reaksi keras dari sebagian pemain dan suporter Benfica.
Setelah terlibat adu argumen dengan Prestianni, Vinicius menghampiri wasit Francois Letexier dan mengaku disebut mono alias kata dalam bahasa Spanyol yang berarti monyet.
Kasus itu menambah panjang daftar insiden sensitif yang melibatkan Vinicius. Dia memang kerap menjadi sasaran pelecehan rasial selama berkarier di Spanyol.
Pada Juni tahun lalu, empat pendukung Atletico Madrid dijatuhi hukuman penjara bersyarat setelah menggantung boneka menyerupai Vinicius di sebuah jembatan dalam kasus yang dinyatakan sebagai kejahatan kebencian.
Pada Mei 2023, dia juga terlibat konfrontasi dengan suporter di Stadion Mestalla, markas Valencia, akibat ejekan rasial. (Dhk/I-1)
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
UEFA resmi menunjuk penyelidik khusus untuk mendalami dugaan penghinaan rasial yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Kemenangan tipis 1-0 Real Madrid atas Benfica pada leg pertama playoff fase gugur Liga Champions, Rabu (18/2/) dini hari WIB, harus dibayar mahal dengan mencuatnya isu rasisme.
Real Madrid amankan kemenangan 1-0 atas Benfica lewat gol spektakuler Vinicius Jr. Laga diwarnai aksi rasisme, penghentian pertandingan, hingga pengusiran Jose Mourinho.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved