Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pemain Benfica Bantah Tuduhan Rasisme terhadap Vinicius

Dhika Kusuma Winata
18/2/2026 19:26
Pemain Benfica Bantah Tuduhan Rasisme terhadap Vinicius
Vinicius Junior melepaskan tendangan ke gawang Benfica yang berbuah gol untuk Real Madrid pada pertandingan leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions di Stadion Da Luz, Lisbon, Selasa (17/2/2026) waktu setempat.(UEFA.com)

BENFICA angkat bicara membela gelandang mudanya, Gianluca Prestianni, menyusul tuduhan rasisme terhadap Vinicius yang dilontarkan kubu Real Madrid.

Kontroversi mencuat setelah kemenangan 1-0 Madrid atas Benfica di Lisbon, Rabu (18/2), pada leg pertama playoff babak gugur Liga Champions. Benfica Vs Real Madrid

Prestianni dituding melontarkan hinaan bernada rasial kepada pemain asal Brasil, Vinicius Junior. Tuduhan tersebut memicu perdebatan luas dan sempat membuat pertandingan terhenti.

Melalui unggahan video di media sosial resminya, Benfica menegaskan jarak antarpemain saat insiden terjadi tidak memungkinkan pemain Madrid mendengar secara jelas yang diucapkan. 

Klub Portugal itu menyatakan dukungan penuh terhadap Prestianni. Sang pemain juga membantah keras tudingan tersebut.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius Junior. Sayangnya, ia salah memahami apa yang menurutnya ia dengar," kata Prestianni.

Kontroversi bermula ketika Vinicius merayakan golnya di depan pendukung tuan rumah. Selebrasi tersebut memicu reaksi keras dari sebagian pemain dan suporter Benfica.

Setelah terlibat adu argumen dengan Prestianni, Vinicius menghampiri wasit Francois Letexier dan mengaku disebut mono alias kata dalam bahasa Spanyol yang berarti monyet.

Kasus itu menambah panjang daftar insiden sensitif yang melibatkan Vinicius. Dia memang kerap menjadi sasaran pelecehan rasial selama berkarier di Spanyol.

Pada Juni tahun lalu, empat pendukung Atletico Madrid dijatuhi hukuman penjara bersyarat setelah menggantung boneka menyerupai Vinicius di sebuah jembatan dalam kasus yang dinyatakan sebagai kejahatan kebencian. 

Pada Mei 2023, dia juga terlibat konfrontasi dengan suporter di Stadion Mestalla, markas Valencia, akibat ejekan rasial. (Dhk/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya