Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Drama Bursa Transfer: Administrasi Al-Ittihad Gagalkan Barter N'Golo Kante dan Youssef En-Nesyri

Basuki Eka Purnama
04/2/2026 03:55
Drama Bursa Transfer: Administrasi Al-Ittihad Gagalkan Barter N'Golo Kante dan Youssef En-Nesyri
Gelandang Al Ittihad N'Golo Kante (kiri)(AFP/Ryan LIM)

KABAR mengejutkan datang dari raksasa Liga Turki, Fenerbahce. Proses transfer silang yang melibatkan gelandang veteran N'Golo Kante dan penyerang Youssef En-Nesyri dipastikan batal total. Fenerbahce secara terbuka menuding pihak Al-Ittihad sebagai dalang di balik kegagalan kesepakatan besar ini.

Rencana awalnya, Fenerbahce berniat memulangkan N'Golo Kante ke Eropa pada bursa transfer putaran kedua untuk memperkuat lini tengah mereka. 

Sebagai bagian dari kesepakatan, penyerang asal Maroko, Youssef En-Nesyri, dijadwalkan akan bertolak ke Arab Saudi untuk bergabung dengan Al-Ittihad.

Kendala Sistem TMS

Melalui pernyataan resmi di media sosial, Selasa (3/2) waktu setempat, manajemen Fenerbahce menjelaskan bahwa hambatan utama berasal dari kesalahan teknis yang dilakukan Al-Ittihad. 

Klub asal Jeddah tersebut dituding melakukan kekeliruan saat mengisi data dalam Transfer Matching System (TMS), platform daring wajib milik FIFA untuk memvalidasi transfer internasional.

"Karena kesalahan pengisian TMS oleh klub lawan, transaksi tidak bisa diselesaikan dalam periode pendaftaran transfer," tulis pernyataan resmi Fenerbahce.

Akibat kekeliruan tersebut, proses administrasi kedua pemain menjadi tersendat. 

Fenerbahce mengklaim telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan kesepakatan ini, termasuk meminta dispensasi waktu kepada FIFA.

Buntu Meski Ada Upaya Banding

Pihak Fenerbahce melanjutkan bahwa mereka sempat meminta perpanjangan tenggat waktu transfer dan membuka jalur komunikasi khusus dengan FIFA. Hal ini dilakukan agar perpindahan Kante dan En-Nesyri tetap sah secara hukum meski melewati batas waktu normal.

Namun, upaya tersebut berakhir sia-sia karena sikap Al-Ittihad yang dianggap tidak kooperatif di fase akhir.

"Semua langkah sudah diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, klub lawan belum juga menyelesaikan transaksi tanpa memberikan penjelasan apapun kepada kami. Akibatnya, proses transfer sayangnya tidak bisa diselesaikan," tambah klub Turki tersebut.

Pupusnya Harapan Pemain dan Suporter

Kegagalan ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para pendukung. Pihak manajemen pun secara terbuka meminta maaf atas situasi yang berada di luar kendali mereka tersebut.

"Kami memahami dan turut merasakan kekecewaan yang ditimbulkan dari proses ini," ungkap Fenerbahce.

Dengan batalnya kesepakatan ini, Kante, yang kini menginjak usia 34 tahun, dipastikan tetap bertahan di Arab Saudi. Padahal, kepindahannya ke Turki diharapkan menjadi momentum kembalinya sang pemenang Piala Dunia itu ke atmosfer kompetitif Eropa setelah meninggalkan Chelsea pada 2023 lalu.

Di sisi lain, En-Nesyri juga harus mengubur mimpinya mencicipi atmosfer sepak bola Asia dalam waktu dekat. 

Penyerang berusia 28 tahun yang lama berkarier di Liga Spanyol sebelum berlabuh ke Istanbul pada Juli 2024 tersebut kini tetap akan menjadi tumpuan di lini depan Fenerbahce untuk sisa musim ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya