Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pulang Kampung Berujung Pilu: Mengapa Erling Haaland Mati Kutu di Hadapan Publik Bodo/Glimt?

Basuki Eka Purnama
21/1/2026 04:33
Pulang Kampung Berujung Pilu: Mengapa Erling Haaland Mati Kutu di Hadapan Publik Bodo/Glimt?
Penyerang Manchester City Erling Haaland usai laga Liga Champions kontra Bodo/Glimt(X @ManCity)

KEPULANGAN Erling Haaland ke Norwegia tidak berakhir manis. Alih-alih merayakan gol di hadapan publik sendiri, striker andalan Manchester City itu justru harus menyaksikan timnya takluk 1-3 dari Bodo/Glimt dalam lanjutan Liga Champions di Stadion Aspmyra, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Tampil di bawah suhu ekstrem yang mendekati titik beku, Haaland, yang biasanya tajam, tampak kehilangan taji. Penjagaan ketat dari barisan pertahanan Bodo/Glimt membuat pemain berusia 25 tahun itu kesulitan mendapatkan ruang tembak. Kekalahan ini sekaligus menjadi kejutan besar bagi skuad asuhan Pep Guardiola yang lebih diunggulkan secara materi pemain.

Puasa Gol Open Play Berlanjut

Kegagalan mencetak gol di Stadion Aspmyra memperpanjang catatan buruk Haaland di awal 2026. Penyerang bertubuh raksasa ini tercatat telah melewati tujuh pertandingan berturut-turut tanpa mampu mencetak gol dari permainan terbuka (open play). Satu-satunya gol yang ia sarangkan dalam periode tersebut hanyalah melalui titik putih saat melawan Brighton and Hove Albion di laga Liga Primer Inggris.

Padahal, laga ini merupakan kesempatan emas bagi Haaland untuk memecahkan rekor sebagai pemain Norwegia pertama yang mencetak gol melawan tim asal Norwegia dalam sejarah Liga Champions. Namun, statistik mencatat Haaland hanya mampu melepaskan sedikit ancaman yang mengarah ke gawang sepanjang 90 menit laga berjalan.

Faktor Kelelahan dan Strategi Lawan

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, sebelumnya sempat menyinggung soal jadwal padat yang mulai menggerus fisik para pemainnya.

"Kami membutuhkan Erling, dia sangat penting bagi kami. Namun, dengan jadwal pertandingan setiap tiga hari sekali, sangat sulit untuk mempertahankan performa di level tertinggi," ujar Guardiola dalam konferensi pers sebelum laga.

Di sisi lain, Bodo/Glimt tampil sangat disiplin. Dukungan penuh dari publik Norwegia di tribun stadion seolah memberikan energi tambahan bagi mereka untuk mematikan pergerakan Haaland. Efektivitas serangan balik tuan rumah terbukti ampuh menjebol gawang City yang dikawal Gianluigi Donnarumma sebanyak tiga kali.

Hasil minor ini membuat Manchester City tertahan di peringkat ketujuh klasemen fase liga Liga Champions. The Citizens kini harus segera bangkit saat menjamu Wolverhampton Wanderers di ajang Liga Primer Inggris, akhir pekan nanti, untuk memutus tren negatif sang mesin gol.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya