Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Misi Besar John Herdman: Replikasi Keajaiban Kanada untuk Timnas Indonesia

Dhika Kusuma Winata
13/1/2026 15:40
Misi Besar John Herdman: Replikasi Keajaiban Kanada untuk Timnas Indonesia
John Herdman dalam sesi perkenalan resminya oleh PSSI di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (13/1/2026).(MI/Dhika Kusuma)

ERA baru sepak bola Indonesia resmi dimulai. John Herdman, juru taktik kawakan asal Inggris, secara ambisius menargetkan satu tempat bagi skuat Garuda di panggung dunia. Komitmen ini ditegaskan Herdman dalam sesi perkenalan resminya oleh PSSI di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (13/1/2026).

Herdman memandang Indonesia sebagai kekuatan yang memiliki gairah besar untuk berbicara banyak di kancah internasional. Baginya, jalan menuju pengakuan global hanya bisa ditempuh melalui prestasi nyata di putaran final Piala Dunia.

“Ini yang diinginkan negara ini. Indonesia ingin menjadi bagian dari sepak bola global. Ingin dilihat dan dihormati di panggung dunia. Satu-satunya cara untuk meraih penghormatan tersebut adalah dengan lolos ke Piala Dunia," tegas pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Spesialis Turnamen Besar: Rekam Jejak Emas Herdman

Nama John Herdman bukan sosok sembarangan dalam urusan meloloskan tim ke turnamen akbar. Ia dikenal sebagai pelatih bertangan dingin yang memiliki DNA kemenangan di ajang internasional.

  • Sukses bersama Tim Putri: Herdman mencatatkan sejarah unik dengan membawa Timnas Putri Kanada menembus Piala Dunia 2007 dan 2011, serta menyabet dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun (2012 & 2016).
  • Keajaiban Qatar 2022: Prestasi paling fenomenal adalah saat ia menakhodai Timnas Putra Kanada menembus Piala Dunia Qatar 2022, mengakhiri dahaga selama 36 tahun bagi negara tersebut.

Berbekal pengalaman panjang, pelatih kelahiran Newcastle ini berjanji akan segera memetakan kebutuhan mendasar tim.

“Selama 15–20 tahun pengalaman saya, fokus pekerjaan saya adalah membawa tim lolos ke Olimpiade dan Piala Dunia. Itu tentang melihat apa yang masih kurang, lalu membangunnya," ujar Herdman mengenai metode kerjanya.

Mengapa Memilih Garuda? Alasan di Balik Penolakan Tawaran Lain

Ketertarikan Herdman pada sepak bola Indonesia ternyata cukup mendalam. Sebelum sepakat dengan PSSI, Herdman mengakui sempat mendapatkan tawaran dari dua negara anggota CONCACAF, yakni Jamaika dan Honduras. Namun, ia memilih Indonesia karena kombinasi visi yang jelas dan fanatisme suporter yang luar biasa.

"Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya punya pengalaman di sana. Namun, saya percaya dengan negara yang punya populasi 280 juta penduduk, yang di mana 90%-nya mencintai sepak bola. Mereka sangat mencintai sepak bolanya. Ini adalah tempat yang tepat," ungkap Herdman dengan antusias.

Kontrak dan Tanggung Jawab Lintas Usia

PSSI mengikat John Herdman dengan kontrak berdurasi dua tahun menggunakan skema 2+2 (opsi perpanjangan berdasarkan performa). Mantan pelatih Toronto FC ini menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Patrick Kluivert.

Selain memegang kendali di Timnas Senior, Herdman juga diamanahi untuk memimpin Timnas U-23 Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah tim nasional sangat bergantung pada sinergi antar kelompok umur, mulai dari U-17 hingga ke level senior. (Dhk/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik