Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Disiplin (Komdis) PSSI menegaskan perlunya penegakan hukuman tegas dan tanpa kompromi menyusul insiden pelanggaran serius yang terjadi dalam laga Liga 4 Jawa Timur 2025/2026. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai mengancam keselamatan atlet dan merusak upaya menciptakan iklim sepak bola yang sehat dan kondusif.
Insiden terjadi pada pertandingan Grup CC babak 32 besar antara Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1). Pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi, melakukan tendangan berbahaya bergaya kungfu yang mengenai dada pemain Perseta 1970, Firman Nugraha.
Akibat benturan keras tersebut, Firman langsung terjatuh dan harus mendapatkan penanganan medis. Wasit yang memimpin pertandingan tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Muhammad Hilmi.
Aksi itu pun memicu kecaman luas dari publik, terutama di media sosial, yang mendesak adanya hukuman berat dari komite disiplin sepak bola Jawa Timur.
Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, angkat bicara. Komdis PSSI menegaskan keselamatan atlet merupakan prinsip utama yang wajib dijaga. Pihaknya mendorong Komdis Jawa Timur untuk mengusut insiden tersebut dan tak ragu dalam menjatuhkan sanksi secara tegas.
"Jadi itu penegasannya, agar Komdis di tingkat daerah ataupun Pandis (Panitia Disiplin) itu bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu gitu. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet. Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," kata Umar Husin, Selasa (6/1).
Menurutnya, penegakan aturan secara konsisten diperlukan untuk mencegah terulangnya tindakan brutal di lapangan.
Komdis, kata Umar, berkomitmen mendukung federasi dalam membangun iklim kompetisi yang sehat, adil, dan berorientasi pada pengembangan sepak bola nasional.
Pihak-pihak yang mengganggu atmosfer tersebut, lanjutnya, harus ditertibkan melalui sanksi yang tegas.
Komdis PSSI menegaskan tidak ada toleransi terhadap tindakan yang membahayakan keselamatan atlet dan mencederai nilai sportivitas dalam kompetisi sepak bola nasional.
“Kami ingin sepak bola berkembang dengan baik dan tidak merugikan pihak lain. Siapa pun yang mengancam kondisi kondusif ini harus diberikan teguran, denda, hingga sanksi sesuai aturan demi tegaknya fair play,” katanya. (Dhk/I-1)
Yuran Fernandes mendapatkan dukungan dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan FIFPro dalam upayanya melakukan banding terhadap hukuman 12 bulan tersebut.
Yuran Fernandes mendapat sanksi dari Komdis PSSI setelah memberikan komentar pedas di media sosial pribadinya terhadap kualitas sepak bola Indonesia.
FIFPro meyakini bahwa semua pesepak bola profesional memiliki hak untuk dapat mengekspresikan pendapat mereka.
Ketua umum PSTI Ignatius Indro menilai tindakan Komdis PSSI menghukum Yuran Fernandes itu menunjukan sikap antikritik PSSI tanpa menelaah apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Manajemen PSM Makassar memastikan akan mengajukan banding resmi ke Komite Banding PSSI atas sanksi yang diberikan kepada pemainnya, Yuran Fernandes.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved