Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kondisi Firman Nugraha Membaik, Jejak Pul Sepatu Membekas di Dada

Fathurrozak
06/1/2026 11:22
Kondisi Firman Nugraha Membaik, Jejak Pul Sepatu Membekas di Dada
Bekas pul sepatu akibat tendangan yang mengarah ke dada Firman Nugraha.(Perseta 1970)

Firman Nugraha, pemain klub bola Perseta 1970 yang diserang dengan tendangan kungfu di bagian dada oleh pemain PS Putra Jaya Sumurwaru, Muhammad Hilmi, kondisinya kini telah membaik dan dalam masa pemulihan.

Pelatih Perseta 1970, Medi Redondo, memastikan bahwa kondisi Firman kini telah membaik setelah menjalani perawatan.

“Alhamdulillah aman, sudah sehat kembali,” ujar Medi. Firman sempat dirawat di ambulans di pinggir lapangan, namun tidak sampai dibawa ke rumah sakit karena kondisinya stabil.

Laga Liga 4 PSSI Jawa Timur antara PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan dan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026), memunculkan insiden serius yang melibatkan pemain Perseta 1970, Firman Nugraha.

Dalam pertandingan babak 32 besar itu, Firman menjadi korban tendangan brutal yang dilakukan secara sengaja oleh pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi Gimnastiar. Momen yang viral dalam streaming tersebut menunjukkan Firman yang sedang berusaha merebut bola tiba-tiba terkena tendangan yang mengenai bagian dadanya. Akibatnya, ia langsung terjatuh dan harus ditandu keluar lapangan untuk mendapatkan penanganan medis.

Wasit yang menyaksikan insiden tersebut bereaksi tegas dengan mengeluarkan kartu merah langsung kepada Hilmi. Aksi tak terpuji tersebut memicu reaksi dari tim Perseta dan sejumlah pemain sempat mencoba mengejar pelaku sebelum berhasil dilerai oleh rekan setim mereka.

Insiden ini juga meninggalkan bekas fisik. Foto yang beredar menunjukkan bekas pul sepatu di dada Firman akibat tendangan kung fu tersebut, menggambarkan betapa kerasnya kontak yang dialaminya.

Aksi itu menuai kecaman luas di media sosial dan dunia sepak bola amatir. Tidak tinggal diam, PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan langsung memecat Hilmi sebagai buntut dari insiden tersebut. Keputusan pemecatan diumumkan melalui unggahan klub, yang menilai tindakan pemain tersebut bertentangan dengan prinsip fair play dan etika pertandingan sepak bola. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya