Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ruben Amorim Kritik Intervensi Manajemen Manchester United

Khoerun Nadif Rahmat
05/1/2026 11:50
Ruben Amorim Kritik Intervensi Manajemen Manchester United
Ilustrasi(manutd.com)

KETEGANGAN di internal Manchester United mulai menyeruak ke permukaan. Manajer Setan Merah, Ruben Amorim, secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap hierarki klub dan menuntut kebebasan penuh dalam menjalankan tugasnya tanpa intervensi pihak luar.

Pernyataan keras ini disampaikan Amorim usai United ditahan imbang 1-1 oleh Leeds United, Minggu (4/1). 

Pria asal Portugal itu menegaskan bahwa dirinya datang ke Old Trafford untuk menjadi seorang "manajer", bukan sekadar "pelatih" yang hanya mengurusi taktik di lapangan.

"Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan pelatih. Semua departemen, mulai dari pemandau bakat hingga direktur olahraga, harus menjalankan tugasnya masing-masing. Saya akan melakukan bagian saya selama 18 bulan, lalu kita lihat kelanjutannya," tegas Amorim dikutip dari BBC.

Pernyataan "18 bulan" merujuk pada sisa kontraknya, yang secara tersirat menunjukkan kesiapannya untuk hengkang jika visi dan otoritasnya terus diganggu oleh figur-figur senior di jajaran manajemen klub.

Amorim ditengarai gerah dengan campur tangan petinggi klub terkait kebijakan teknis. Hubungannya dengan Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox dan Kepala Rekrutmen, Christopher Vivell dikabarkan merenggang, terutama setelah adanya tekanan agar Amorim mengubah skema tiga bek andalannya demi mengakomodasi tradisi bermain United yang identik dengan pemain sayap.

Kritik dari para legenda klub seperti Gary Neville dan Paul Scholes juga menambah panas atmosfer di Carrington. Namun, Amorim justru meminta pihak klub untuk lebih tebal telinga terhadap kritik eksternal.

"Jika orang-orang di sini tidak bisa menangani kritik dari Gary Neville, maka kita perlu mengubah kultur klub ini," kata Amorim.

Meski saat menandatangani kontrak ia diumumkan sebagai 'head coach' (pelatih kepala) untuk menggantikan Erik ten Hag, Amorim bersikeras bahwa ia memiliki bobot otoritas yang sama dengan nama-nama besar seperti Jose Mourinho atau Antonio Conte.

"Nama saya memang bukan Tuchel, Conte, atau Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United. Saya tidak akan mundur. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai klub memutuskan untuk mendatangkan orang lain," tambahnya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik