Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi, mengungkapkan rasa kecewanya setelah timnya hanya mampu bermain imbang melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC pada lanjutan BRI Super League. Laga Bhayangkara FC vs Persebaya berakhir dengan skor 1-1.
“Kami sangat kecewa karena kebobolan di menit-menit akhir,” ujarnya dalam konferensi pers di Bandar Lampung, Jumat.
Meski demikian, Uston tetap memberikan apresiasi terhadap performa para pemainnya yang tampil maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan.
“Kami bersyukur para pemain telah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Walaupun begitu, tentu kami kecewa dengan gol menit akhir yang membuat Bhayangkara menyamakan kedudukan,” katanya.
Uston juga menyinggung beberapa keputusan wasit yang menurutnya merugikan Persebaya, meski ia enggan berkomentar lebih jauh.
“Di Super League tensi pertandingan pasti tinggi, tetapi ada beberapa kartu kuning yang menurut saya tidak perlu. Saya tidak ingin membahas lebih jauh soal wasit,” tambahnya.
Persebaya sempat unggul lebih dulu pada menit ke-82 lewat gol bunuh diri pemain Bhayangkara FC dalam situasi kemelut di depan gawang. Namun keunggulan itu buyar setelah Bhayangkara menyamakan skor menjelang akhir tambahan waktu melalui Dendi Sulystiawan.
Hasil ini membuat Bhayangkara berada di posisi ketujuh klasemen sementara BRI Super League dengan 19 poin dari lima kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Sementara Persebaya berada tepat di bawahnya, di posisi kedelapan, dengan 17 poin hasil dari empat kemenangan, lima imbang, dan tiga kekalahan. (Ant/E-3)
Kemenangan meyakinkan itu ditentukan sepenuhnya pada paruh pertama laga. Meski Bhayangkara FC sempat mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal
Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, langsung mendongkrak posisi skuad asuhan Paul Munster.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa masalah penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Persebaya.
Penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendi Sulystiawan, menjadi penyelamat timnya setelah mencetak gol pada menit 90+8 untuk memaksakan hasil imbang melawan Persebaya Surabaya.
Nama Rahmatsho Rahmatzoda semakin mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia, terutama setelah performanya bersama PSIM Yogyakarta menuju final Super League 2025/2026.
Laga Persebaya vs Malut United pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 menjadi panggung pembuktian bagi Gali Freitas.
PELATIH Persijap Jepara Divaldo Da Silva Teixeira Alves akui pemainnya tak memanfaatkan peluang. Dalam laga Persebaya vs Persijap, timnya usai kalah telak 4-0 dalam Liga Super League
Asisten pelatih Persebaya Shin Sang-gyu mengapresiasi peningkatan tim meski ditahan imbang 2-2 oleh Borneo FC di Super League.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa masalah penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Persebaya.
Penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendi Sulystiawan, menjadi penyelamat timnya setelah mencetak gol pada menit 90+8 untuk memaksakan hasil imbang melawan Persebaya Surabaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved