Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Spanyol Bidik Kepastian Tiket Piala Dunia, Georgia Hadapi Misi Mustahil

Khoerun Nadif Rahmat
15/11/2025 18:34
Spanyol Bidik Kepastian Tiket Piala Dunia, Georgia Hadapi Misi Mustahil
Piala Dunia.(Freepik)

SPANYOL akan melawat ke Georgia pada Minggu (16/11) dalam laga krusial Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kemenangan di Boris Paichadze Dinamo Arena, Tbilisi hampir pasti mengamankan posisi La Roja sebagai pemuncak grup sekaligus memastikan tempat di putaran final dengan satu laga tersisa.

La Roja memimpin klasemen dengan 12 poin dari empat pertandingan, unggul tiga poin atas Turki. Sementara Georgia, yang baru mengumpulkan tiga poin, berada di posisi ketiga dan wajib menyapu bersih dua laga terakhir untuk sekadar menjaga peluang lolos ke playoff.

Georgia hanya meraih satu kemenangan di Grup E, yakni kontra Bulgaria pada 7 September. Setelah itu, The Crusaders tumbang pada dua laga Oktober, termasuk takluk dari Spanyol dan Turki. 

Pelatih Willy Sagnol kini menghadapi tekanan berat. Georgia harus mengalahkan Spanyol dan Bulgaria, sembari berharap Turki terpeleset pada dua laga pamungkas mereka.

Georgia belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia. Namun mereka mencuri perhatian ketika lolos ke Euro 2024 dan melangkah hingga babak 16 besar sebelum dihentikan Spanyol dengan skor empat satu. 

Dari sembilan pertemuan dengan La Roja, Georgia hanya menang sekali, pada laga persahabatan tahun 2016.

Spanyol tidak Terkalahkan dan belum Kebobolan

Spanyol tampil sempurna di Grup E. Tim besutan Luis de la Fuente itu selalu menang dalam empat laga awal, mencetak gol secara konsisten dan belum sekalipun kebobolan. 

Dengan selisih gol plus lima belas, jauh di atas Turki yang hanya memiliki plus tiga, La Roja berada di posisi ideal untuk mengunci tiket ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan.

Spanyol menuai kemenangan dua nol atas Georgia dan empat nol atas Bulgaria pada jeda internasional Oktober. 

Dengan performa solid sebagai juara Eropa 2024, Spanyol tak ingin memberi celah bagi Turki dalam perebutan posisi puncak.

Situasi Lamine Yamal Warnai Persiapan

Persiapan Spanyol sedikit terganggu oleh polemik cedera Lamine Yamal. Pemain muda Barcelona itu dipulangkan lebih cepat setelah menjalani tindakan medis dan membutuhkan istirahat sekitar sepuluh hari. 

Situasi ini memperpanjang ketegangan antara federasi Spanyol (RFEF) dan Barcelona terkait penanganan sang winger sejak September.

Bek Spanyol, Dean Huijsen, membela keputusan Yamal kembali ke klub. "Dia punya masalah dan wajar jika dia pulang," ujar Huijsen kepada Marca.

"Saya juga pernah meninggalkan pemusatan ketika merasa sakit."

Huijsen juga menilai tekanan kepada Yamal kerap berlebihan. "Lamine masih delapan belas tahun. Kadang situasinya dilebih-lebihkan. Hal yang sama terjadi pada Vinícius di Madrid. Dia pemain hebat, tetapi tetap dikritik untuk hal-hal kecil," katanya.

De la Fuente menegaskan komunikasi antara Barcelona dan federasi harus diperbaiki. Ia menyebut Yamal tidak mengetahui secara penuh prosedur medis yang dijalaninya. Barcelona, melalui sumber internal, mengklaim bahwa RFEF sebenarnya sudah mendapat informasi.

Gelandang Dani Olmo menambahkan bahwa komitmen Yamal untuk tim nasional tidak perlu diragukan. “Lamine selalu ingin berada di sini. Jika kali ini tidak bisa, itu karena kondisinya belum seratus persen,” ujar Olmo kepada Onda Cero.

"Keinginannya dipertanyakan, tetapi di dalam tim kami tahu itu tidak benar."

Dengan situasi internal yang mulai mereda dan performa yang tetap stabil, Spanyol datang ke Tbilisi dengan satu tujuan: memastikan tiket Piala Dunia secepat mungkin. 

Minimal empat poin dari dua laga pekan ini akan meloloskan mereka, tetapi kemenangan atas Georgia akan menyelesaikan semuanya lebih cepat. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik