Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Maresca Murka Liam Delap Dapat Kartu Merah Memalukan

Dhika Kusuma Winata
30/10/2025 14:44
Maresca Murka Liam Delap Dapat Kartu Merah Memalukan
Liam Delap.(DOK INSTAGRAM/@LIAMDELAP)

PELATIH Chelsea, Enzo Maresca, meluapkan kekecewaannya terhadap penyerang muda Liam Delap yang menerima kartu merah saat the Blues menang 4-3 atas Wolverhampton Wanderers pada babak keempat Piala Liga Inggris, Kamis (30/10) dini hari WIB. Sang pelatih menilai aksi Delap yang diganjar kartu merah merupakan tindakan tidak perlu dan cenderung memalukan.

Delap, yang baru pulih dari cedera hamstring dan menjalani laga pertamanya sejak Agustus, diusir wasit setelah hanya tujuh menit berada di lapangan sebagai pemain pengganti.

Dia mendapat dua kartu kuning beruntun. Pertama, karena menarik Yerson Mosquera hingga jatuh lalu kedua disusul pelanggaran keras di udara terhadap Emmanuel Agbadou pada menit ke-86.

Kartu merah tersebut menjadi yang keenam bagi Chelsea dalam sembilan pertandingan terakhir musim ini. Maresca pun tak menutupi kemarahannya terhadap pemain berusia 21 tahun itu, terutama karena ia akan absen di laga penting melawan Tottenham Hotspur pada akhir pekan.

“Kami mendapat kartu merah yang sangat bodoh, sama sekali tidak perlu. Itu pelanggaran konyol yang seharusnya bisa dihindari,” ujar Maresca.

“Saya bisa memahami kartu merah yang terjadi di laga melawan Brighton atau Manchester United karena situasinya sulit. Tapi kartu merah seperti melawan Nottingham dan kali ini, itu seharusnya tidak terjadi. Kami harus belajar menghindari hal seperti itu,” imbuhnya.

Maresca menyebut tindakan Delap sebagai sesuatu yang memalukan karena terjadi hanya dalam waktu tujuh menit. Setelah kartu kuning pertama, Maresca sudah berteriak berkali-kali agar Delap tenang tapi tampaknya tak digubris.

Meski insiden tersebut menodai kemenangan Chelsea, tim London itu tetap melaju ke perempat final dan akan bertandang ke klub divisi ketiga, Cardiff City.

Chelsea sempat unggul jauh 3-0 di babak pertama lewat gol Andrey Santos, Tyrique George, dan pemain muda asal Brasil, Estevao. Namun, tuan rumah Wolves bangkit di babak kedua melalui gol Tolu Arokodare dan David Wolfe.

Ketegangan meningkat di menit akhir ketika Jamie Gittens mencetak gol keempat Chelsea, sebelum Wolfe kembali memperkecil kedudukan menjadi 4-3. 

Meski bermain dengan sepuluh pemain, the Blues berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. (AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya