Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIMNAS putri Indonesia bermain imbang tanpa gol saat melawan timnas Bangladesh di laga persahabatan internasional FIFA di Stadion King Abdullah II, Amman, Sabtu (31/5).
Meski kedua tim menciptakan sejumlah peluang, pertahanan yang solid dan penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat skor akhir tetap 0-0.
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari Bangladesh yang langsung menyerang melalui sisi kanan. Pemain bernomor punggung 20, Shamsunnahar, menjadi andalan mereka dalam membongkar pertahanan Garuda Pertiwi.
Di menit ke-23, terjadi duel sengit antara Shamsunnahar dan Remini Rumbewas di kotak penalti Indonesia, tetapi wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Sementara penyerang andalan Indonesia, Claudia Scheunemann kesulitan menembus rapatnya lini belakang Bangladesh hingga pertandingan berjalan setengah jam.
Claudia sempat mendapatkan ruang tembak, tetapi aksinya berhasil dipatahkan oleh bek lawan.
Peluang emas datang di ujung babak pertama, tepatnya pada menit 45+1, ketika umpan terukur dari Helsya Maeisyaroh berhasil memecah perangkap offside.
Sheva Imut tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tetapi bola sepakannya melenceng tipis di sisi kiri gawang. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih timnas putri Satoru Mochizuki melakukan sejumlah pergantian. Viny Silfiany, Gea Yumanda, dan Reva Octaviani masuk menggantikan Feni Binsbarek, Sidney Sari Hopper, dan Estella Loupattij.
Bangladesh mencoba menekan melalui situasi bola mati pada menit ke-50, tetapi lini belakang Indonesia tampil kokoh.
Laita Roati menunjukkan ketangguhannya di bawah mistar dengan menggagalkan aksi penyerang Bangladesh secara bersih pada menit ke-60.
Sepuluh menit kemudian, Zahra Musdalifah masuk menggantikan Shifana Rizka yang mengalami cedera, disusul Rosdillah Siti yang menggantikan Remini Rumbewas.
Peluang kembali datang, kali ini kombinasi serangan antara Rosdillah dan Reva pada menit ke-81 belum membuahkan hasil.
Jelang akhir pertandingan, Reva Octaviani nyaris mencetak gol pada menit ke-89 setelah melewati satu pemain belakang, tetapi tembakannya melebar.
Peluang terbaik Indonesia terjadi di masa injury time (90+2), saat umpan Reva ke Claudia diakhiri sepakan kaki kanan namun membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0. (Ant/Z-1)
Bagi Hector Souto, pencapaian timnas Indonesia sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 belum cukup untuk menenangkan hatinya.
Selain Indonesia dan Saint Kitts and Nevis, dua negara lain yang turut ambil bagian dalam FIFA Series di Indonesia ialah Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Menurut Kensuke Takahashi, Indonesia, yang kini ditangani Hector Souto, berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menghadapi raksasa futsal Asia, Iran, di laga final Piala Asia Futsal.
Keberhasilan melaju ke empat besar merupakan pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam 11 edisi Piala Asia Futsal sejak debut pada 2002.
Kekuatan Indonesia terlihat pada skema pressing tinggi dan set-piece, yang menjadi kunci gol-gol penting di laga sebelumnya.
Hanya Indonesia wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Vietnam yang pernah menembus semifinal edisi 2016 gugur di tangan Indonesia.
Usai pertandingan, Cabrera menyebut atmosfer semarak yang ditampilkan para pendukung Indonesia bagus untuk anak-anak asuhnya.
Penyesalan pelatih asal Korea Selatan (Korsel) itu bertambah lantaran melihat dukungan maksimal oleh para pendukung dari tribun penonton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved