Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKALAHAN timnas Indonesia 1-5 atas Australia membuat ambisi untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 bak jauh api dari panggang. Pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni menilai sang pelatih Patrick Kluivert belum bisa memadukan materi pemain dengan taktik yang diinginkannya.
Menurutnya, penampilan timnas Indonesia saat menghadapi Australia memang mengecewakan. Sejak awal semua menyadari laga akan sulit tetapi penampilan timnas justru tidak seperti yang diharapkan publik.
"Materi pemain kita sebetulnya cukup bagus. Apalagi dengan adanya tambahan Ole Romeny yang membuat lini depan lebih tajam," kata Kusnaeni ketika dihubungi, Jumat (21/3).
"Sayangnya, pelatih kurang mampu memaksimalkan potensi individu para pemain menjadi permainan tim yang solid. Pemain terkesan masih bermain sendiri-sendiri, kurang padu kerja samanya," imbuh dia
Kusnaeni menyebut memang ada persoalan waktu persiapan yang terlalu mepet. Juga ada masalah adaptasi antara pelatih baru dengan pemain terkait game plan dan gaya bermain.
Kluivert memainkan formasi dengan empat bek dan dominasi penguasaan bola. Ketika era Shin Tae-yong, timnas bermain dengan tiga bek dan memilih gaya pragmatis dengan mengandalkan serangan balik.
Tim Garuda memang unggul penguasaan bola hingga 61% atas Australia. Namun, Socceroos bisa tampil efektif dalam urusan memaksimalkan peluang untuk gol. Sementara itu, Indonesia dengan penguasaan bola dominan namun minim kreativitas di sepertiga akhir.
Menurut Kusnaneni, penampilan timnas agak mengherankan karena koordinasi antarlini lemah, transisi juga lemah, dan kreativitas di area pertahanan lawan juga masih kurang.
"Secara keseluruhan, terasa sekali bahwa kematangan tim belum terbentuk. Itu yang membuat permainan kita mudah diantisipasi lawan. Sebaliknya, pemain timnas mudah panik saat skenario permainan di lapangan tidak sesuai ekspektasi," ujar Kusnaeni. (H-3)
Bagi Hector Souto, pencapaian timnas Indonesia sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 belum cukup untuk menenangkan hatinya.
Selain Indonesia dan Saint Kitts and Nevis, dua negara lain yang turut ambil bagian dalam FIFA Series di Indonesia ialah Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Menurut Kensuke Takahashi, Indonesia, yang kini ditangani Hector Souto, berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menghadapi raksasa futsal Asia, Iran, di laga final Piala Asia Futsal.
Keberhasilan melaju ke empat besar merupakan pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam 11 edisi Piala Asia Futsal sejak debut pada 2002.
Kekuatan Indonesia terlihat pada skema pressing tinggi dan set-piece, yang menjadi kunci gol-gol penting di laga sebelumnya.
Hanya Indonesia wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Vietnam yang pernah menembus semifinal edisi 2016 gugur di tangan Indonesia.
PELATIH timnas Indonesia Patrick Kluivert punya tugas berat usai kekalahan dari Australia. Selain membangkitkan moral pemain, Kluivert juga dinilai perlu membenahi soliditas tim.
Ole Romeny mencetak gol di laga debutnya bersama timnas Indonesia namun skuad Garuda menyerah 1-5 dari timnas Australia di laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Di klub FC Copenhagen, Kevin Diks kerap dipercaya sebagai algojo penalti. Dari empat belas penalti yang dilakukan Diks sepanjang kariernya, ini baru kali kedua dia gagal mengeksekusi.
KETUA Sepak bola Indonesia Juara (SIJ) Hendri Satrio menyoroti kekalahan Timnas Indonesia dari Australia dengan skor 1-5 di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia
EKS pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) angkat bicara soal kekalahan tim Garuda dari Australia. STY mengapresiasi perjuangan mantan anak asuhnya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved