Selasa 22 November 2022, 13:15 WIB

Wapada, Ada Aksi Phising Hingga Penipuan NFT Mencatut Piala Dunia 2022

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Wapada, Ada Aksi Phising Hingga Penipuan NFT Mencatut Piala Dunia 2022

AFP/FRANCK FIFE
Logo Piala Dunia 2022 terlihat di Doha, Qatar.

 

PERUSAHAAN keamanan siber Kaspersky menemukan sejumlah situs phishing dan penipuan NFT mencatut perhelatan akbar sepakbola Piala Dunia 2022.

"Kami melihat bagaimana mereka (penjahat siber) mencoba mendapatkan keuntungan paling banyak dari situasi tersebut dan mengeksploitasi sebanyak mungkin topik trendi, termasuk semakin banyak penipuan NFT yang terkait dengan Piala Dunia," kata pakar keamanan siber di Kaspersky, Olga Svistunova, dalam siaran pers, dikutip Selasa (22/11).

Perusahaan keamanan siber itu menemukan situs phishing digunakan dalam berbagai modus penipuan dengan tujuan mencuri data pengguna. Skema penipuan pertama yang mereka temukan adalah penjualan tiket Piala Dunia 2022.

Baca juga: Rice Tegaskan Inggris Sukses Buktikan Diri

Risiko penipuan tiket Piala Dunia Qatar 2022 semakin besar karena penyelenggara hanya menjual tiket secara dalam jaringan. Skema penipuan kedua yang ditemukan adalah hadiah palsu.

Model penipuan seperti ini cukup sering ditemukan ketika ada acara besar seperti Piala Dunia 2022, korban dikirimi pesan sebagai pemenang hadiah tiket dan hanya perlu membayar ongkos kirim.

Penipuan ketiga soal Piala Dunia berupa penjualan pernak-pernik (merchandise) palsu, penjahat siber meminta korban memasukkan data pribadi dan mengirim uang untuk kaus tim sepakbola atau bola bertanda tangan, yang tidak pernah ada.

Kaspersky juga menemukan situs agen perjalanan palsu yang menawarkan tiket pesawat ke Doha, Qatar. Pengguna internet perlu mewaspadai situs palsu seperti ini karena penjahat siber meminta untuk memasukkan data pribadi dan informasi perbankan dengan dalih memesan tiket penerbangan.

Terakhir, penipu siber mengeksploitasi popularitas NFT dan aset kripto untuk menipu, mengatasnamakan Piala Dunia 2022. Skema yang digunakan berupa taruhan pertandingan berhadiah mata uang kripto atau karya seni digital NFT.

Korban diminta memasukkan data dompet kripto dengan alasan untuk transfer hadiah.

Supaya terhindar dari penipuan berkedok Piala Dunia 2022, pengguna internet diminta waspada ketika membuka situs di dunia maya. Arahkan kursor ke laman URL untuk mengecek ulang kebenaran alamat situs.

Kaspersky juga menyarankan pengguna tidak mengeklik tautan dari email, tapi, mengetik secara manual nama situs terutama untuk layanan perbankan.

Pengguna juga harus waspada terhadap informasi apa saja yang diminta. Perusahaan yang sah tidak akan meminta data seperti nomor kartu kredit atau kata sandi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP

Kiprah Gabriel Jesus dan Alex Telles Di Piala Dunia 2022 Berakhir

👤Widhoroso 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 23:28 WIB
Tim Samba dipastikan akan kehilangan dua pemain andalan, Gabriel Jesus dan Alex Telles yang mengalami cedera di sisa waktu Piala Dunia...
DOK MI

Jordi Amat Yakin Indonesia Akan Juara Piala AFF 2022

👤Widhoroso 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:44 WIB
JORDI Amat penuh percaya diri menatap Piala AFF 2022. Ia optimistis Indonesia bisa merengkuh gelar untuk pertama kalinya dalam ajang...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pengelola GBK Bakal Bertemu PSSI Bahas Larangan FIFA

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:41 WIB
Afif menyebut, hingga saat ini pihaknya belum menerima secara resmi surat FIFA...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya