Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis forensik dari Universitas Indonesia (UI) Kasandra Putranto menjelaskan perlunya memberikan pemahaman mengenai rivalitas yang sehat sejak dini untuk menciptakan suasana pertandingan olahraga yang kondusif.
"Harus ada pendidikan sejak dini," ujar Kasandra, dikutip Senin (17/10).
Pemahaman terkait rivalitas yang sehat untuk level suporter artinya tidak hanya mendukung ketika sebuah tim olahraga memenangkan pertandingan saja, namun juga ketika tim yang didukungnya mengalami kekalahan hal itu juga harus diterima.
Baca juga: Dukung Presiden Jokowi Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Hal itu disampaikan Kasandra terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai klub sepak bola Arema Malang mengalami kekalahan dari Persebaya, di mana terjadi ketidakpuasan hasil akhir yang memicu reaksi dari suporter.
Senada dengan pendapat Kasandra tersebut, Sosiolog dari UI Ida Ruwaida juga berpendapat hal yang serupa.
Salah satu cara untuk mencegah kembali terulangnya insiden serupa seperti Tragedi Kanjuruhan, diperlukan edukasi yang tepat kepada para pecinta olahraga mengenai sportivitas dan rivalitas sehat.
"Memang perlu edukasi dan penyadaran kepada para suporter, panitia, maupun pihak-pihak terkait. Hal ini harus dilakukan secara berlapis, sistematis, dan intens. Termasuk melibatkan berbagai kalangan seperti sekolah, pemuka agama, media, hingga peer groups. Hal ini mengingat latar belakang suporter juga beragam, baik dari usia, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, serta area tinggal," ujar Ida.
Adapun terkait Tragedi Kanjuruhan, baik Kasandra maupun Ida, sepakat tidak hanya dari segi suporter yang perlu dievaluasi tapi juga pihak penyelenggara hingga petugas keamanan.
Kasandra berpendapat evaluasi bisa dimulai dari pihak panitia penyelenggara yang tidak mengikuti prosedur operasi standar (SOP) mulai dari jumlah tiket yang dicetak melebihi kapasitas hingga waktu pertandingan yang diundur.
Selain itu, dari segi petugas keamanan evaluasi bisa dilakukan terkait penggunaan gas air mata serta cara penanganan yang berakhir tidak mampu membendung massa.
Sementara Ida berpendapat, dari segi penyelenggara seharusnya evaluasi dalam Tragedi Kanjuruhan juga memperhitungkan aspek psikologis massa.
Mereka sepakat faktor-faktor di atas perlu diperhitungkan dan tentunya dibutuhkan konsekuensi hukum agar kejadian serupa tidak terulang.
"Seharusnya ada pembelajaran sosial yang mahal bagi siapapun penyelenggara kegiatan yang memobilisasi atau melibatkan massa besar dari kejadian ini," tutup Ida.
Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10). Insiden itu bermula dari kericuhan yang terjadi setelah pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya berakhir dengan skor 2-3.
Kekalahan yang terjadi di kandang Arema itu membuat sejumlah suporter masuk ke dalam area lapangan.
Kondisi itu semakin ricuh setelah sejumlah benda-benda seperti flare dan botol minum dilemparkan ke arah lapangan.
Petugas keamanan sebenarnya sudah berusaha menghalau agar para suporter tidak memanas.
Di tengah kondisi itu, petugas akhirnya melepaskan tembakan gas air mata
dan kondisi justru semakin memanas sehingga akhirnya berdasarkan data dari tim DVI Polri menelan korban jiwa hingga 125 orang. (Ant/OL-1)
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengakui ketangguhan Arema yang memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Marcos Santos menilai sejumlah keputusan pengadil lapangan sepanjang pertandingan sangat merugikan pihaknya dan menjadi faktor penentu hasil negatif bagi Singo Edan.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai keputusan wasit dalam pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC sangat memengaruhi hasil akhir.
Ketika babak pertama hampir berakhir tanpa gol, Arema justru berhasil mencuri keunggulan. Joel Vinicius mencetak gol pada masa tambahan waktu babak pertama
Preview lengkap laga Bhayangkara FC vs Arema FC di Super League 2026. Analisis H2H, prediksi pemain, dan statistik kunci kedua tim.
Pelatih Bali United Johnny Jansen menilai kemenangan dramatis 4-3 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat malam, menjadi momentum penting
Borneo FC meraih kemenangan telak 5-1 atas Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda.
Duel panas akan tersaji di Stadion Segiri, Samarinda, saat tuan rumah Borneo FC menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 BRI Super League, Sabtu (7/3).
Manajemen menemukan maraknya ujaran kebencian serta penyalaan petasan yang terjadi di Tribun Utara pada laga lanjutan Super League yang berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026 lalu.
Duel panas Persebaya vs Persib di GBT malam ini (2/3/2026). Simak prediksi susunan pemain, head to head, dan ambisi Persib amankan puncak klasemen.
Persebaya Surabaya menjamu Persib Bandung di pekan ke-24 Super League 2025/2026. Simak preview laga, head to head, prediksi susunan pemain, dan duel kunci di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha menilai kegagalan timnya memaksimalkan peluang menjadi penyebab kekalahan Persebaya pada laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved