Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA gol dari titik penalti oleh Rabbani Siddiq membawa tim nasional U-19 Indonesia unggul 3-1 atas Filipina pada babak pertama laga Grup A Piala AFF U-19 2022 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat.
Selain Rabbani, gol juga dibuat Alfriyanto Nico. Filipina memperkecil ketinggalan melalui Justin Frias.
Pada laga tersebut, Indonesia tampil menekan sejak awal meski bermain tanpa gelandang andalan Marselino Ferdinan yang cedera sehingga mesti menuntaskan turnamen lebih awal.
Baru lima menit laga berjalan, anak-anak asuh pelatih Shin Tae-yong melepaskan tembakan melalui kaki bek sayap kiri Edgard Amping yang melambung.
Terus ditekan, pemain Filipina akhirnya membuat kesalahan dengan menekel sayap Indonesia Subhan Fajri yang menusuk ke dalam kotak penalti. Wasit Souei Vongkham dari Laos memberikan hadiah tendangan 12 pas untuk Indonesia.
Rabbani maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan baik pada menit-15. Indonesia pun memimpin satu gol.
12 menit kemudian, dalam sebuah serangan cepat, Rabbani Siddiq mengirimkan bola terobosan yang dapat dikuasai Alfriyanto Nico dengan baik sebelum dia menyepak bola masuk ke gawang Filipina.
Baca juga: Lawan Filipina, Timnas Sisakan Persoalan Stamina dan Ketajaman Lini Depan
Unggul 2-0, skuad berjuluk Garuda Nusantara dikejutkan dengan gol balasan Filipina pada menit ke-29. Justin Frias memanfaatkan kemelut di depan gawang Indonesia yang tercipta akibat lemparan ke dalam Antoine Ortega.
Lemparan Ortega yang langsung mengarah ke tengah kotak penalti memang beberapa kali membahayakan pertahanan Indonesia.
Setelah itu, Indonesia kembali mengambil kendali pertandingan. Hasilnya, Zanadin Fariz dijatuhkan di wilayah terlarang Filipina. Penalti dihadiahkan wasit untuk Indonesia dan Rabbani lagi-lagi sukses menunaikan tugas.
Indonesia pun unggul 3-1 dan skor itu bertahan sampai turun minum.
Berikut susunan pemain kedua tim.
Timnas U-19 Filipina: Lance Bencio-pg, Zachary Taningco, Cian Galsim, Dov Carino, Kamil Amirul, Andres Aldeguer, John Dale, Jaike Rosquillo (kapten), Antoine Ortega, Justin Frias, Uriel Dalapo.
Timnas U-19 Indonesia: Cahya Supriadi-pg, Kadek Arel Priyatna, Muhammad Ferarri (kapten), Marcell Januar, Edgard Amping, Subhan Fajri, Frezy Al Hudaifi, Ferdiansyah Cecep, Zanadin Fariz, Alfriyanto Nico, Rabbani Siddiq. (Ant/OL-4)
Selain itu, Adhi mengatakan pihaknya juga membuka penjualan tiket Corporate Box yang menawarkan pengalaman menonton dengan fasilitas khusus dengan harga Rp3,5 juta per tiket.
Souza memastikan bakal mempersiapkan tim dengan matang dalam menatap laga tersebut untuk bisa mendapatkan hasil maksimal.
Juru taktik asal Spanyol itu menekankan bahwa satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal saat melawan tim sekelas Persib. Namun, ia optimistis anak asuhnya bisa memberikan kejutan.
Setali tiga uang, Dewa United datang ke Lampung dengan kondisi yang tak kalah memprihatinkan. Tangsel Warriors, julukan Dewa United, masih tertahan di peringkat ke-14.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan timnya datang ke Kediri dengan target poin penuh.
KONGRES Biasa PSSI yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (4/6) menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya perubahan Statuta PSSI yang akan memberikan peran besar kepada daerah.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved