Sabtu 16 April 2022, 06:30 WIB

Sentuhan Conte Angkat Spurs

Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola | Sepak Bola
Sentuhan Conte Angkat Spurs

MI/Seno
Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola

 

KETIKA pada November 2021 diminta untuk menangani Tottenham Hotspur menggantikan Nuno Espirito Santo, tantangan yang dihadapi Antonio Conte tidaklah mudah. The Lilywhites berada di zona degradasi dengan defisit gol tujuh. Para pemain pun kehilangan kepercayaan diri.

Finalis Liga Champions 2019 itu memang tiba-tiba seperti tim kemarin sore. Kapten kesebelasan Harry Kane hanya bisa mencetak satu gol dalam sembilan kali penampilannya di Liga Primer. Padahal pada musim tahun lalu ia meraih sepatu emas dengan 23 gol yang diciptakannya.

Bayang-bayang kesuksesan ketika langsung membawa Chelsea menjuarai Liga Primer pada 2017 membuat pencinta Spurs berharap banyak kepada Conte. Namun, kondisi tim saat ditangani Nuno ternyata sedemikian parahnya sehingga tidak mungkin Conte mengajak skuadnya langsung tancap gas.

Seperti biasa, kritikan pun kemudian segera menerpa Conte. Apalagi ketika pada Februari, Spurs dipecundangi tim papan bawah, Burnsley. “Mungkin saya memang tidak cukup bagus,” ujar Conte menjawab kritikan yang ditujukan kepadanya.

Sebagai orang yang sukses membawa Juventus, Chelsea, dan Internazionale Milan menjadi juara liga, Conte merupakan salah satu pelatih terbaik dunia saat ini. Ia merupakan sosok yang paham bahwa tidak ada yang instan dalam membangun sepak bola.

Langkah yang kemudian dilakukan Conte ialah membenahi kembali fisik para pemain di tengah kompetisi sedang berjalan. Ia sangat membutuhkan stamina pemain yang lebih tinggi karena pelatih asal Italia itu ingin memainkan pola 3-4-3 sebagai dasar permainan tim.

Hasil sentuhan Conte pun secara perlahan mulai terlihat. Kane, misalnya, sudah kembali menemukan permainan terbaik. Ia kini telah membukukan 12 gol dan memberikan delapan assists kepada rekan-rekannya.

Spurs pun kembali tampil utuh sebagai sebuah tim yang kompak. Kane tidak lagi hanya menunggu bola di depan gawang. Ia bisa turun menjemput bola dan kemudian memberikan umpan matang kepada pemain seperti Son Heung-min yang mengisi tempatnya sebagai ujung tombak.

Kekompakan tim membuat Spurs bisa meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan terakhirnya. Tidak hanya itu, the Lilywhites menjadi klub Liga Primer paling produktif sejak Januari. Conte pun kini bisa tersenyum kembali karena Spurs berpeluang untuk menembus empat besar dan meraih kembali tiket ke Liga Champions musim mendatang.

 

Merombak tim

Spurs pantas berterima kasih kepada Conte yang mau melepas jabatan di Inter pada saat ia berada di puncak kesuksesan. Conte memang menjadi pilihan pertama Spurs ketika mereka mencari pengganti Jose Mourinho. Namun, kemudian Nuno yang mengisi tempat sebelum Conte bersedia untuk mengambil alih.

Pelatih asal Italia itu mengerti bagaimana cara membangun tim yang kuat. Saat jendela transfer musim dingin dibuka, Conte memutuskan melepas empat pemain yang ia nilai tidak banyak memberi manfaat kepada tim, tetapi biayanya sangat mahal. Empat pemain yang dilepas itu ialah Dele Alli, Tanguy Ndombele, Bryan Gil, dan Giovani Lo Celso.

Sebagai pengganti, Conte menarik dua mantan anak asuhnya di Juventus, yakni Dejan Kulusevski dan Rodrigo Betancur. Langkah ini bukan hanya membuat Conte bisa membangun tim yang lebih segar, melainkan juga mendapatkan keuntungan finansial karena biaya menarik dua pemain muda jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pelepasan empat pemainnya.

Kulusevski yang berusia 21 tahun kini menjadi pendamping yang andal bagi Kane dan Son di depan. Penyerang muda asal Swedia ini sudah menyumbangkan tiga gol dan memberikan 11 assists dalam 11 penampilan pertamanya untuk Spurs.

Betancur dihadirkan untuk 'membangunkan' tiga gelandang yang ada, yakni Pierre-Emile Hojbjerg, Oliver Skipp, dan Harry Winks untuk tampil lebih baik. Conte ingin mengingatkan bahwa dirinya tidak akan ragu untuk membangkucadangkan mereka karena gelandang berusia 24 tahun asal Uruguay itu bisa mengisi posisi ketiganya.

Kelebihan lain dari Conte ialah kemampuan untuk melihat potensi yang dimiliki anak asuhnya. Ia bisa menjadikan Matt Doherty sebagai bek kiri yang andal, padahal selama ini hanya duduk di bangku cadangan. Sayang, Doherty mengalami cedera lutut saat menghadapi Aston Villa sehingga harus istirahat panjang hingga musim kompetisi ini berakhir.

Namun, Conte kini mulai yakin akan kemampuan tim asuhannya. Ia berharap Kane dan kawan-kawan bisa konsisten pada tujuh pertandingan yang tersisa agar bisa meraih tiket ke Liga Champions. Termasuk pertandingan malam ini melawan Brighton karena tim tamu bisa menjadi penjegal seperti ketika mengandaskan Arsenal 2-1 pekan lalu.

“Saya mengharapkan dukungan yang luar biasa dari pencinta Spurs, apalagi kami akan bermain di kandang. Kami harus tampil dengan kemampuan terbaik karena Brighton bisa menjadi kuda hitam,” tegas Conte.

 

Piala FA

Malam ini bukan hanya persaingan ketat di Liga Primer yang menarik untuk disaksikan, melainkan juga partai semifinal Piala FA. Dua tim terbaik Inggris, Liverpool dan Manchester City, kembali akan saling bertemu di Stadion Wembley.

Semifinal Piala FA malam ini akan menentukan siapa yang berhak untuk menjadi the winner take all. Liverpool masih berpeluang untuk mencetak quadruple, sedangkan Manchester City mengincar treble.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp berharap anak-anak asuhannya bisa tampil dengan performa terbaiknya nanti malam. “Pekan lalu kami tidak bisa menampilkan permainan terbaik yang kami miliki. Semoga kali ini para pemain bisa bermain lebih baik,” ujar Klopp yang harus puas dengan hasil imbang 2-2 saat bertandang ke the Citizen.

Pekan lalu the Reds dipaksa mengikuti permainan Manchester City sehingga operan dari kaki ke kaki tidak bisa berjalan optimal. Baru setelah kecolongan gol Kevin De Bruyne, Jordan Henderson dan kawan-kawan mencoba memainkan pola mereka. Namun, itu pun hanya berjalan sampai Diogo Jota mampu mencetak gol balasan, setelah itu permainan dikendalikan lagi oleh tim tuan rumah.

Berbagai kesalahan tidak perlu dilakukan baik pemain sekelas Virgil van Dijk maupun Fabinho. Para pemain Liverpool bisa tidak menjaga bola saat Fabinho melakukan pelanggaran terhadap Bernando Silva sehingga pemain asal Portugal itu bisa dengan cepat melakukan tendangan bebas kepada De Bruyne. Para pemain Liverpool baru tersadar ketika kapten kesebelasan Manchester City sudah tidak terjaga untuk mengancam gawang Alisson Becker.

Gol kedua yang dicetak the Citizen juga tercipta karena kesalahan para pemain Liverpool yang tidak memperhatikan gerakan lawan. Tidak ada satu pun pemain yang mengantisipasi bahwa Gabriel Jesus akan datang dari belakang untuk menyambut wallpass terukur yang dilepaskan center back Aymeric Laporte.

Beruntung Liverpool memiliki mental juara sehingga mereka bisa selalu bangkit dari ketertinggalan. Namun, hasil imbang menyulitkan mereka untuk bisa meraih juara karena the Reds masih harus berhadapan tim-tim berat, sedangkan Manchester City hanya tinggal bertemu tim-tim papan tengah.

Memang the Citizen merupakan tim yang matang dan sangat kreatif dalam membangun serangan. Dibutuhkan ekstra ganda baik dalam kesungguhan maupun permainan kalau ingin mengalahkan tim asuhan Pep Guardiola. Apalagi di ajang Piala FA ini tidak lagi dikenal istilah seri karena harus ada pemenang untuk bisa bertemu pemenang semifinal lain antara Chelsea dan Crystal Palace pada 29 Mei yang akan datang.

Baca Juga

AFP/Glyn KIRK

Areola Mengaku Senang Dipermanenkan West Ham

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 30 Juni 2022, 10:30 WIB
Penjaga gawang asal Prancis itu tercatat tampil sebanyak 15 pertandingan untuk West Ham di berbagai ajang dan menorehkan 8 kali clean sheet...
AFP/Yuki IWAMURA

Sebanyak 1,8 Juta Tiket Piala Dunia Qatar Telah Terjual

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 30 Juni 2022, 10:00 WIB
FIFA memperkirakan bisa menawarkan total 3 juta tiket pertandingan selama turnamen yang berlangsung 28 hari yang dimulai 21 November...
Twitter @Inter_en

Lukaku Sebut Kembali ke Inter Bak Pulang ke Rumah

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 30 Juni 2022, 09:15 WIB
Inter Milan mendapatkan Lukaku dengan durasi peminjaman selama satu musim penuh tanpa opsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya