Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Kamou Malo berhasil membawa tim nasional (Timnas) Burkina Faso bertemu dengan Senegal di babak semifinal Piala Afrika 2021. Pertandingan itu dijadwalkan pada Kamis (3/1) dini hari WIB.
Diperkuat dengan para pemain muda, Malo sukses membawa keceriaan ke negaranya yang tengah bergejolak dan menyatakan dirinya mendedikasikan kemenangan perempat final Piala Afrika 2021 atas Tunisia untuk Rakyat Burkina Faso. "Keberhasilan ini untuk rakyat kita yang sedang diuji oleh peristiwa terkini," kata Malo dikutip dari AFP, Selasa (1/2).
Kudeta militer saat ini tengah terjadi di negara Afrika Barat tersebut, menyusul adanya kekhawatiran atas ketidakmampuan pemerintah menangani kekerasan militan yang berkembang. Pihak Militer menuding pemerintah gagal memberikan dukungan yang memadai agar mereka dapat melawan kelompok militan yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok ISIS.
Dalam keadaan seperti itu, tentu keberhasilan Burkina Faso melaju ke semifinal Piala Afrika menjadi kabar bahagia untuk negara mereka. Pencapaian terbaik Burkina Faso di Piala Afrika terjadi delapan tahun lalu, saat mereka mencapai babak final.
"Saya diminta untuk membangun kembali tetapi juga memimpin tim ke kualifikasi. Itu bukan tugas yang mudah bagi pemula dan awam seperti saya saat itu," sebutnya.
Di bawah arahan Malo, Timnas Burkina Faso tampil cukup baik di Piala Afrika 2021 dengan keluar sebagai runner-up grup A dengan meraih empat poin di klasemen. Di babak 16 besar Burkina Faso tampil mengejutkan. Mereka berhasil menang lewat babak adu penalti 7-6, sebelum akhirnya merebut kemenangan atas Tunisia 1-0 di perempat final.
Di tengah menjamurnya pelatih-pelatih Eropa pada sejumlah timnas Afrika termasuk dua pelatih dari tiga semifinalis lain. Mesir memiliki pelatih Portugis Carlos Queiroz dan Kamerun memiliki António Conceição da Silva Oliveira. Malo berhasil membuktikan diri bahwa pelatih dari Afrika Sub-Sahara juga mampu bersaing.
Jika Malo berhasil mengantarkan skuadnya meraih gelar juara Piala Afrika 2021, dia akan menyamai catatan Stephen Keshi yang merupakan satu-satunya pelatih dari Afrika Sub-Sahara yang telah memenangkan Piala Afrika bersama Nigeria 2013. Malo kini semakin dekat dengan pencapaian tersebut.
"Saya akan mendorong federasi yang menjalankan di Afrika untuk merekrut pelatih lokal. Itu risiko tetapi hasilnya berbicara sendiri," katanya. "Kami harus lebih percaya diri dan memberi pelatih lokal kesempatan yang sama. Saya lebih suka melihat keahlian diturunkan daripada hanya meminta orang datang dan bekerja di sini," tuturnya
Kegagalan pelatih Burkina Faso sebelumnya Paulo Duarte di Piala Afrika 2019 membuat Presiden Federasi Sepak Bola Burkina Faso Sita Sangare menunjuk Malo menggantikan posisi Duarte. Sangare mengatakan ingin membangun sesuatu yang baru.
"Kami ingin membangun sesuatu yang baru," kata Kolonel Sita Sangare, mantan presiden federasi, mengatakan kepada AFP. "Kami membutuhkan seseorang yang bisa masuk dan benar-benar mengguncang segalanya," tegasnya.
Berhadapan dengan Senegal di babak semifinal Piala Afrika 2021 tentu menjadi tantangan lain untuk Burkina Faso, setelah kesuksesannya menumbangkan Tunisia. Dalam perjalanannya menuju semifinal, Senegal tampil dengan status sebagai juara Grup B. Sepanjang lima pertandingan di Piala Afrika 2021 mereka belum terkalahkan satu pertandingan pun dan hanya kebobolan satu gol saat menghadapi Guinea Khatulistiwa di perempat final.
Baca juga: Mesir Siap Kerja Keras Hadapi Kamerun di Semifinal Paial Afrika 2021
"Kami memiliki awal yang sangat sulit untuk persiapan kami, tetapi kami bekerja dengan baik setelah itu dan hari ini kami mendapatkan momentum (menuju semifinal). Kami tidak boleh terlalu terbawa suasana karena melawan Burkina Faso, itu akan menjadi pertempuran besar," ucap pelatih Senegal Aliou Cisse dikutip dari laman resmi turnamen. (AFP/OL-14)
Pantai Gading lolos ke perempat final Piala Afrika 2025 usai membungkam Burkina Faso 3-0. Amad Diallo, Yan Diomande, dan Bazoumana Toure jadi pahlawan kemenangan.
Pertandingan krusial Piala Afrika 2025 antara Sudan vs Burkina Faso di Group E berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Timnas Burkina Faso pada Rabu (31/12) di Stade Mohammed V.
Mali, yang tersingkir dua kali di babak penyisihan grup dan dua kali di babak 16 besar sejak finis di posisi ketiga, 11 tahun lalu, akan berhadapan dengan timnas Pantai Gading di perempat final.
Burkina Faso masih memuncaki klasemen grup dengan empat poin dan akan berhadapan dengan Angola pada pertandingan terakhir di fase grup.
Hasil itu berarti Burkina Faso, yang merupakan runner-up Piala Afrika 2013, memuncaki klasemen Grup D setelah Aljazair dan Angola bermain imbang 1-1, Senin (15/1).
Nasib Timnas Indonesia ditentukan dari hasil laga Korea Selatan melawan Burkina Faso di Grup E dan Meksiko kontra Selandia Baru di Grup F.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Final Piala Afrika (AFCON) diwarnai aksi mogok pemain Senegal akibat penalti kontroversial Maroko di masa injury time.
Senegal resmi menjadi juara Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko 1-0. Laga diwarnai aksi mogok pemain dan kegagalan penalti kontroversial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved