Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGA Indonesia kontra Malaysia dipastikan akan selalu berlangsung sengit. Duel Tim Garuda, julukan Indonesia versus Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia, tak ubahnya derbi negeri serumpun.
Laga kedua negara tak hanya untuk memperebutkan kemenangan semata. Lebih dari itu. Harga diri serta gengsi sebagai sebuah negeri, akan dipertaruhkan di lapangan hijau.
Minggu (18/12), Indonesia-Malaysia akan kembali saling jumpa. Kali ini, pertandingan tersaji di penyisihan Grup B Piala AFF 2020.
Pada Piala AFF 2020, Indonesia telah memainkan tiga laga dengan meraup tujuh poin dan menduduki posisi pertama. Sedangkan Malaysia, berada di posisi tiga dengan poin 6 dari tiga laga.
Di atas kertas, pada laga terakhir penyisihan grup ini, peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal lebih besar karena hanya perlu bermain imbang. Sedangkan Malaysia butuh kemenangan untuk melangkah ke babak empat besar. Tuntutan untuk meraih poin untuk lolos ke babak selanjutnya, membuat laga Indonesia kontra Malaysia kali ini dipastikan akan berlangsung sengit.
Berdasarkan statistik pertemuan di Piala AFF, yang dimulai pada 1996 dengan nama Piala Tiger, Indonesia-Malaysia telah delapan kali bertemu. Kedua negara sama-sama meraih empat kemenangan dan empat kekalahan. Pada pertemuan terakhir di Piala Tiger 2012, Indonesia menyerah 1-2.
Namun, jika melihat statistik pertemuan secara menyeluruh, Indonesia telah 96 kali bentrok dengan Malaysia. Pertemuan pertama terjadi pada ajang Piala Merdeka 1957 dimana Indonesia kala itu menang 4-2.
Dari 96 kali menghadapi Malaysia, Tim Garuda sedikit unggul dengan meraih 39 kemenangan, 21 imbang, dan 36 kalah. Kemenangan terbesar atas Harimau Malaya diraih Indonesia di SEA Games 1999 saat menang 6-0. Sedangkan kekalahan terbesar, 1-6 didapat Indonesia pada 1987 di turnamen Brunei Merdeka.
Kini, dua negeri serumpun ini akan kenmbali saling berhadapan di edisi ke-97. Secara teknis, kedua Indonesia dan Malaysia memiliki kekutan seimbang.
Kondisi ini membuat faktor mental yang akan menjadi penentu hasil akhir pertandingan. Tim yang memiliki mental lebih baik untuk mengatasi tekanan yang ada, akan lebih berpeluang meraih kemenangan.
Berharap saja, tim yang bisa mengatasi tekanan mental itu adalah Indonesia. Berharap saja Evan Dimas dan kolega mampu bermain lepas untuk meraih kemenangan, bukan hasil imbang walau itu cukup mengantar ke semifinal. Kemenangan atas Malaysia dipastikan akan menambah kepercayaan diri Indonesia menghadapi laga semifinal dan memperbesar peluang merebut gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya. (OL-15)
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Bagi John Herdman, Bobby Robson bukan sekadar pelatih, melainkan representasi dari kelas pekerja Inggris Utara yang sukses menaklukkan dunia melalui sepak bola.
Sebelum mendarat di Jakarta, John Herdman telah melanglang buana dari Inggris ke Selandia Baru hingga Kanada.
Indonesia mendapat kepercayaan besar sebagai salah satu dari 11 negara penyelenggara FIFA Series, dengan Jakarta yang dijadwalkan menjadi pusat rangkaian pertandingan.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
Jay Idzes diprediksi akan tetap menjadi jenderal lapangan tengah. Ia akan didampingi oleh Rizky Ridho, yang secara terang-terangan telah dipuji oleh Herdman atas kedewasaan bermainnya.
Timnas Malaysia saat ini berada di puncak klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia dengan 12 poin dari empat pertandingan.
KONFEDERASI Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan polemik status kelayakan pemain naturalisasi Malaysia sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA.
ASOSIASI Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain tim nasional.
PUTRA Mahkota Johor sekaligus pemilik Johor Darul Tazim, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, mempertanyakan keputusan mengejutkan FIFA yang menjatuhkan sanksi terhadap tim nasional Malaysia.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memastikan akan mengajukan banding atas sanksi denda dan larangan bermain yang dijatuhkan FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya.
FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada Timnas Malaysia dengan menskors tujuh pemain selama 12 bulan dan mendenda FAM Rp7 miliar terkait dugaan pemalsuan dokumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved