Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Pesepak Bola Profesional Dunia atau FIFPro menilai PSSI telah mengabaikan pemain soal pemotongan gaji saat pandemi global covid-19.
PSSI dinilai telah abai dan gagal berkoordinasi dengan Asosiasi Pesepak Bola Profesional (APPI) bagaimana membahas krisis di tengah covid-19 sesuai imbauan dari AFC.
FIFPro menilai PSSI telah sepihak dalam memutuskan memotong gaji pemain hingga 75% dari Maret hingga Juni ketika Liga 1 dan 2 resmi ditangguhkan pada 15 Maret. Keputusan ini hanya melibatkan klub dan operator liga, tanpa mengundang APPI untuk bernegosiasi.
“PSSI melakukan intervensi dalam hubungan kerja tanpa mengundang serikat pemain. Fakta bahwa langkah ini berlaku sejak Maret dan menunjukkan bahwa PSSI tidak peduli dengan standar internasional dan bahkan kurang peduli dengan kesejahteraan pemain di Indonesia,” ungkap Direktur Legal FIFPro Roy Vermeer, melalui keterangannya, Kamis (21/5).
FIFPro mencatat sebagian besar klub bahkan menurunkan gaji di bawah keputusan PSSI. Sejak April, tidak satu pun dari 18 klub Liga 1 membayar lebih dari 25%, sementara dua klub membayar hanya 10%. Di Liga 2, semua 24 klub membayar antara 10 hingga 15 persen.
Baca juga : FC Seoul Didenda Karena Pasang Boneka Seks di Tribun
FIFPro menilai keputusan ini cukup miris. Pasalnya, pemain Liga 2 hanya menghasilkan 200 USD atau Rp2,9 juta, yang sudah di bawah upah minimum regional 300 USD atau Rp4,4 juta.
Setelah adanya pemotongan gaji 75%, gaji mereka sekarang menjadi 50 USD atau Rp735 ribu atau sekitar 17% dari upah minimum regional.
FIFPRO mengaku frustrasi adanya kegagalan dalam menerapkan kontrak pemain standar internasional di Indonesia. FIFPro menilai klub wajib standar minimum pemain.
Namun, klub juga gagal menerapkan kontrak yang mempertimbangkan kesejahteraan pemain. Alhasil, keputusan ini membuat pemain dalam situasi krisis dan rentan. (OL-7)
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen mini FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon pada 27 & 30 Maret 2026 di GBK.
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved