Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Agum Ingin Semua Pihak Menahan Diri

Sat/BN/Ant/R-1
23/4/2015 00:00
Agum Ingin Semua Pihak Menahan Diri
(ANTARA/PUSPA PERWITASARI)
PERSELISIHAN antara Kemenpora dan PSSI mendapat perhatian serius dari mantan Ketua Normalisasi Agum Gumelar.

Agum yang juga mantan Ketua Umum PSSI dan KONI siap menjembatani perseteruan itu jika dibutuhkan.

"Saya tentu pasif, tapi kalau dipanggil, tentu saya akan datang. Seperti dahulu waktu Andi Mallarangeng ada surat dari FIFA, dia memanggil saya, itu bagus. Roy Suryo juga seperti itu," sebut Agum.

Menilik situasi persepakbolaan Indonesia yang kembali memasuki masa krisis, Agum berharap semua pihak mampu menahan diri.

Ia berpesan kepada Menpora untuk lebih arif dan terus melakukan konsolidasi baik dengan KONI-KOI maupun PSSI.

"Coba komunikasi yang intens dengan KONI, KOI, dan PSSI karena komunikasi ini menjadi sarana menimbulkan rasa saling pengertian. Mohon diingat pemerintah ialah mitra kerja dari PSSI, bukan atasan bawahan, bahkan eksekutor," imbuhnya.

Agum juga berharap tidak ada lagi komite normalisasi II. Kalaupun ada, mantan menteri perhubungan itu memilih menyerahkan kepada sosok lain.

"Saya tidak berharap seperti itu. Akan tetapi, secara pribadi kalau untuk menjadi ketua komite normalisasi, lebih baik kita cari yang lain. Saya bisa membantu, tapi bukan menjadi ketua lagi, tapi lebih memilih menjadi penasihat saja."

Agum pernah menjadi sosok pemersatu PSSI yang sempat terbelah menjadi dua dalam konflik berkepanjangan pada 2011.

Pada 9 Juli kala itu, ia yang menjabat sebagai ketua Komite Normalisasi berhasil menyatukan PSSI dalam kongres luar biasa (KLB) di Surakarta.

Konflik kali ini juga mengundang Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf untuk bicara.

Menurutnya, permasalahan dan konflik persepakbolaan di Tanah Air cukup diselesaikan oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas saja agar prosesnya cepat selesai.

"Pendukung atau suporter tidak perlu ikut campur dengan urusan itu. Apalagi kalau sampai dukung-mendukung pada pihak yang terlibat dalam konflik," katanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik