Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KISRUH jelang Kongres PSSI terus berlanjut. Jika sebelumnya jadwal kongres 2 November 2019 menjadi persoalan, kali ini, para calon ketua umum mengaku tidak dipertemukan dengan voters.
Voters merupakan para pemilik suara pada kongres nanti. Seperti diketahui ada 86 voters yang terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 22 klub Liga 2, 10 klub Liga 3, 1 asosiasi futsal, dan 1 asosiasi sepak bola putri.
Salah satu calon ketua umum PSSI Fary Djemy Francis mengaku dirinya tidak difasilitasi bertemu dengan 86 voters tersebut.
Ia mengatakan, pada awalnya, Komite Pemilihan (KP) menjanjikan sosialisasi pada 26 hingga 30 Oktober dan ditutup dengan sesi debat pada 31 Oktober.
Baca juga: Inilah Alasan La Nyalla Mundur Dari Pencalonan Ketum PSSI
Namun, Fary mengaku, hingga satu hari jelang kongres, dirinya belum bertemu para voters untuk menyampaikan program yang ia usung.
"Kami dijanjikan dipertemukan dengan voter kami tapi itu tidak digelar. Kami tidak tahu siapa voternya dan tata cara pemilihannya," kata Fary, ketika ditemui di Fx Senayan, Jakarta, Jumat (1/11).
Ia menduga hal ini berkaitan dengan upaya para pengurus PSSI yang sekarang untuk kembali mengamankan tempat di kepengurusan 2019-2023 mendatang.
"Kami bersepakat ajak voter tergerak hatinya agar KLB berjalan sebagai mana yang diimpikan. Pengalaman kongres sebelumnya. Pergerakan yang kita sebut dengan ada semacam indikasi pergerakan exco yang masih terus pertahankan exconya. Voter kami imbau kritis dan menggunakan hari nuraninya," kata Fary.
Senada dengan Fary, caketum lainnya Arif Putra Wicaksono mengaku kecewa tidak ada sosialisasi kepada para voters. Arif mengatakan ia tidak bisa menyampaikan program serta visi-misi kepada para voter.
"Saya hanya menyampaikan kekecewaan saya sebagai calon yg tidak bisa presentasi program saya, padahal saya bukan hanya sebatas program biasa tp sudah ada skema pembiayaan yg nilai nya triliunan dr International dan nasional," kata Arif. (OL-2)
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen mini FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon pada 27 & 30 Maret 2026 di GBK.
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved