Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON ketua umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Arif Wicaksono, akan mengusung tiga program yang akan menjadi senjata utama jika dirinya terpilih.
Hal itu diungkapkan saat mengikuti acara Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023, di Aula Wisma Karsa Pemuda, Kemenpora Rabu (30/10).
Ketiga program tersebut ialah club licensing, fans management, dan yang terakhir ialah Video Assistant Referee (VAR). CEO Nine Sport itu berencana untuk membuat PSSI secara keseluruhan mengikuti aturan yang telah diterapkan oleh FIFA.
Dengan begitu, klub sepakbola Indonesia punya lisensi dari segi infrasktruktur dari level junior hingga remaja hingga finansial. “Yang saya canangkan adalah sistem lisensi klub, karena pengetahuan terhadap sepakbola modern masih sangat minim,” tutur Arif.
“Jika FIFA license bisa terpenuhi, maka kesejahteraan pemain juga bisa terpenuhi,” tambahnya.
Baca juga : Fary D Francis Pastikan Tak Setengah Hati Jadi Caketum PSSI
Tak hanya itu, ia ingin membangkitkan prestasi sepakbola Indonesia dengan membangun kerja sama dengan klub-klub elite Eropa.
Ia sendiri mengaku telah punya koneksi dengan 25 klub top Eropa, seperti Inter milan, Ajax Amsterdam, Barcelona, AC Milan, Liverpool, West Ham United, Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, Porto, PSG, Benfica, Lyon, PSV, Atletico Madrid, Galatasaray.
Ia pun berencana akan memberdayakan fans atau suporter sebagai unit bisnis.
Hal ini dikarenakan PSSI menurutnya bertanggung jawab untuk meningkatkan rasa kepemilikan para suporter terhadap klub.
"Saya berencana untuk memberikan insentif kepada suporter.Namun, jika para suporter lalai, atau melakukan hal-hal yang dilarang dalam pertandingan, maka suporter yang diwajibkan membayar denda, bukan klub,” tutur Arif.
Terakhir, Arif akan akan memberantas pengaturan skor yang masih marak di sepak bola Tanah Air melalui VAR. Meski telah diaplikasikan dalam liga amatir di Bandung, Arif akan mencoba mengaplikasikan VAR yang sesuai dengan standar FIFA.
Nantinya VAR berguna untuk mengkatrol kualitas wasit agar menjadi lebih baik lagi, tutur Arif. (OL-7)
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen mini FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon pada 27 & 30 Maret 2026 di GBK.
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved