Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI berlatar belakang politikus, Fary Djemi Francis memastikan dirinya tak setengah-setengah dalam maju dalam bursa calon ketua umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa, 2 November mendatang.
Ia menegaskan, dirinya punya hak untuk maju dalam pemilihan ketua umum PSSI. Hasil verifikasi Komite Pemilihan (KP) yang meloloskannya pun menjadi bukti dirinya punya kualifikasi jadi nahkoda sepak boa Indonesia.
Meski demikian, ia sadar ada preseden terkiat kepentingan politik dan sepak bola nasional. Hal itu merujuk pada pengunduran diri ketua umum PSSI Edy Rahmayadi karena kesibukannya sebagai Gubernur Sumatera Utara.
"Kami tak bisa menutup kemungkinan orang itu punya kepentingan, harus ada semacam fakta integritas, kita ambil contoh Edy Rahmayadi yang awalnya sangat memiliki komitmen mengurus PSSI, tapi dalam perjalanannya jadi gubernur sehingga waktu terbatas dan memilih mundur," kata ujar Fary kepada Media Indonesia di Wisma Kemenpora, Rabu (30/10).
Baca juga : Calon Ketua Umum PSSI Sepakat Pentingnya Edukasi Suporter
Ia pun berpendapat bahwa seseorang yang telah memilih untuk membangun PSSI seharusnya tak ada alasan untuk mundur.
"Saya politisi, tapi saya orang lama di sepakbola yang masuk dalam dunia politik, kita tidak bisa katakan itu. Ya jadi, makannya yang penting bisa buat perubahan, program bagus, janji dan komitmen dari kepemimpinan itu," ujar politikus Gerindra itu.
Selain itu, ia juga sedikit bingung dengan pilihan PSSI yang memajukan Kongres yang asalnya awal Januari 2020 menjadi 2 Nobember 2019.
“Jika sampai dua hari kedepan panitia masih belum memberikan kejelasan terkait kongres. bukan tak mungkin saya bakal mengundurkan diri dari posisi Caketum PSSI sebelum kongres berlangsung,” tuturnya. (OL-7)
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved