Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
LIVERPOOL harus menelan pil pahit dalam lawatannya ke markas Napoli pada matchday 1 Grup E Liga Champions, Rabu (18/9) dini hari WIB. Sang juara bertahan kalah 0-2 lewat dua gol di akhir pertandingan.
Gol telat Dries Mertens di menit 82 melalui penalti dan sontekan striker asal Spanyol Fernando Llorente memastikan Napoli meraih angka penuh.
Pelatih Liverpool Juergen Klopp bersikeras Napoli seharusnya tidak mendapat hadiah penalti dalam kemenangan mereka di Liga Champions.
Meski menguasai jalannya pertandingan, petaka datang untuk Liverpool setelah Jose Callejon dijatuhkan Andy Robertson, di dalam kotak penalti pada menit ke 81.
Mertens yang bertugas menjadi algojo berhasil sukses mengoyak jala gawang Liverpool dan membuat suporter Napoli bersorak.
Baca juga: Liverpool Menyerah di Markas Napoli
Klopp menilai penalti yang diberikan untuk tim asal Naples itu seharusnya tidak terjadi. Tapi, bagaimanapun hasil akhirnya tidak bisa diubah.
"Saya pikir itu bukan penalti. Apa yang bisa saya katakan, bagi saya, jelas dan jelas tidak ada penalti. Sebab Callejon melompat sebelum ada kontak apa pun,” tutur Klopp yang dilansir dari BT Sport.
Klopp juga mengkritik sejumlah keputusan wasit yang membiarkan pemainnya dilanggar. Menurutnya, Napoli bermain keras dan hal itu membuat permainan Liverpool mati kutu.
“Ada banyak momen ketika kami menginginkan tendangan bebas. Saya tidak memahami mengapa tidak ada pelanggaran ketika Sadio Mane dijatuhkan berulang kali. Anda kira apa yang terjadi?” keluh eks pelatih Borussia Dortmund itu.
?lopp sangat menyayangkan keputusan wasit yang membuat anak asuhnya harus gigit jari dengan hasil akhir pertandingan. Padahal, Jordan Henderson dkk mengontrol permainan hampir di sepanjang laga.
“Kami memainkan banyak sepak bola bagus tetapi tidak menyelesaikan secara baik. Kami mengendalikan momen tetapi tidak memiliki cukup peluang. Kami membuat keputusan yang tidak benar dan harus menerima hasilnya. Banyak sekali peluang yang tak bisa kami manfaatkan,” tambahnya.
Dengan kekalahan tersebut, Liverpool kembali menambah kenangan buruk saat berkunjung ke San Paolo.
Musim lalu, di ajang yang sama, Liverpool kalat atas Napoli 0-1 di fase grup, juga lewat gol di menit akhir.
Kekalahan kali ini membuat The Reds berada di klasemen tiga sementara Grup E, sedangkan Napoli berada di atasnya dengan raihan tiga poin. (BTSport/OL-2)
Manchester City terus menekan Arsenal di puncak klasemen Liga Primer Inggris setelah menang meyakinkan 3-0 atas Fulham, Kamis (12/2) WIB.
Petaka terjadi di babak kedua. Wataru Endo mendarat dengan posisi yang tidak sempurna setelah terlibat duel udara, yang mengakibatkan pergelangan kakinya tertekuk secara canggung.
Berkat kemenangan atas Sunderland, Liverpool menduduki peringkat enam klasemen Liga Primer Inggris dengan raihan 42 poin dari 26 laga.
Cek jadwal Sunderland vs Liverpool di Premier League hari ini, 11 Februari 2026. Simak prediksi susunan pemain dan rekor pertemuan kedua tim di sini.
Prediksi line-up Sunderland vs Liverpool di Premier League 2026. Liverpool hadapi krisis bek kanan di Stadium of Light setelah absennya Szoboszlai dan Frimpong.
Sunderland jamu Liverpool di pekan ke-26 Liga Primer Inggris 2026. Mampukah The Reds pecahkan rekor kandang The Black Cats? Cek prediksinya.
Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Como berhasil menembus semifinal Coppa Italia.
Preview Napoli vs Como perempat final Coppa Italia 2026. Prediksi skor, susunan pemain, dan analisis taktik Conte vs Fabregas.
Napoli kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Fiorentina 2-1 di Serie A. Antonio Vergara cetak gol perdana, namun Napoli harus kehilangan Di Lorenzo.
Preview big match Serie A 2025/26 antara Napoli vs Fiorentina di Stadion Diego Armando Maradona. Analisis taktik Antonio Conte vs Palladino dan prediksi skor.
Dua gol dari Joao Pedro di babak kedua memastikan kemenangan Chelsea, sekaligus mengakhiri perjalanan Napoli di kompetisi Eropa musim ini.
Menurut Rosenior, tingginya level persaingan membuat tidak ada laga yang bisa dianggap mudah, baik di Liga Champions, Serie A, maupun Premier League.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved