Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KERICUHAN suporter kembali terjadi di Tanah Air. Pertandingan Liga 2 antara Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta ricuh hingga mengakibatkan korban jiwa. Kedua suporter kesebelasan hingga polisi bahkan menjadi korban kericuhan.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yunus Nusi, sangat menyayangkan karena masih adanya suporter yang rusuh dalam suatu pertandingan, apalagi sampai ada korban jiwa.
"Kita sangat menyayangkan kejadian ini, padahal pertandingan sendiri berjalan lancar, kasihan sepak bola kita kalau suporternya masih belum dewasa," tutur Yunus kepada Media Indonesia, Selasa, (3/9).
Yunus meminta suporter klub di Indonesia untuk sadar bahwa kekerasan di dalam lapangan itu bisa merugikan banyak pihak.
Pascakejadian tersebut, Yunus berencana untuk meminta seluruh panitia pelaksana klub untuk memetakan kondisi rivalitas suporter di Indonesia.
Tak hanya itu, Yunus akan mengadakan rapat khusus melalui PSSI dengan untuk meminta kebijakan bahwa suporter lawan tak diperbolehkan datang ke kandang jika berpotensi ribut.
"Saya akan tegaskan ke klub jangan sampai membuka peluang kepada suporter tim tamu yang hanya ingin ribut di kandang lawan,"ucapnya.
Yunus mengaku kejadian ini di luar kekuasaan PSSI. Karena itu, seharusnya setiap klub harus bisa mengatur suporter mereka masing-masing.
"Klub dan suporter itu tak bisa dipisahkan. Adanya keributan dalam pertandingan itu di luar kekuasaan kita. Ini sangat merugikan kita semua," tuturnya. (OL-09)
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
Ketidakpastian keikutsertaan timnas Indonesia di Asian Games 2026 bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan OCA.
Berdasarkan rilis Komite Disiplin AFC, sanksi tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran keamanan yang terjadi pada awal 2026.
PERSIKU Kudus harus menerima kenyataan pahit mendapat sanksi berat dari komite disiplin (Kondis) PSSI denda sebesar Rp250 juta dan pertandingan satu laga tanpa penonton
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved