Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Pelajar Indonesia U-16 berhasil membukukan kemenangan telak 8-0 atas Power Soccer Football Academy asal Myanmar di ajang Gothia Cup China 2019 yang berlangsung di lapangan Distrik Chenyang, Shandong, China, Rabu (14/8) sore.
Di babak pertama, tim pelajar langsung memperlihatkan dominasi mereka atas Myanmar dengan permainan kombinasi, pergerakan dan kemampun umpan, merepotkan pertahanan lawan. Rizky Armando mencetak gol pertama saat permainan baru berjalan tujuh menit. Tiga menit kemudian atau tepantnya pada menit ke-10, Alif Saviole mencetak gol kedua.
Pada menit ke-25, gawang Myanmar yang dijaga AT Khant kembali kebobolan lewat tendangan penalti Nadhif Girasata. Satu menit kemudian, Nadhif mencetak gol kedua sehingga tim pelajar unggul empat gol di babak pertama.
Memasuki babak kedua, pelatih Maman Suryaman merotasi tujuh pemain kunci. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kebugaran serta menghindari cedera pemain.
Pemain yang masuk pada babak kedua antara lain Daffa Imani dan Christian Fernando Yogi Finanta asal Nusa Tenggara Timur.
"Lawan kita itu bermain keras, jadi kita harus bermain dengan kecerdasan, kombinasi play agar lepas dari cedera," kata Maman seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Palce Amalo, dari Shandong.
Unggul empat gol di babak pertama, tim pelajar tak menurunkan tensi permainan di babak kedua. Alif Saviole, pemain asal Riau, kembali mencetak gol, lewat pinalti, membawa tim pelajar unggul 5-0 pada menit ke-38.
Selanjutnya Iryanto Wandik asal Papua Barat mencetak gol ke-6 pada menit ke-42 dan pinalti pada menit ke-46. Gol ke-8 dilesatkan Dozan Muhammad Raina Cikal pada menit ke-50.
Baca juga: Tim Pelajar Tak Anggap Enteng Myanmar
Menurut Maman, grafik permainan tim pelajar sejak laga pertama hingga keempat semakin baik. Hal itu dibuktikan dengan jumlah gol yang berhasil dibukukan.
"Anak-anak menguasai jalannya pertandingan, dan banyak peluang. Ini hasil dari skema latihan," ujarnya.
Dengan kemenangan tersebut, tim pelajar unggul dengan nilai 12 poin, 21 gol dan hanya kebobolan satu gol. Sedangkan Easterns High School dari Afrika Selatan di posisi kedua dengan 9 pon dan 8 gol. Posisi ketiga PT Elite dari Shanghai dengan tujuh poin dan lima gol.
Selanjutnya ZGZX FC dengan enam poin dan enam gol, Power Soccer Football Academy satu poin dan satu seri, serta kebobolan 13 gol, sedangkan urutan terakhir Chanyang No 1 FC tanpa poin.
Pada Kamis (15/8) pukul 11.00 waktu setempat, tim pelajar akan berlaga melawan PT Elite di lapangan Baishawan Football Park, Qindao, sekaligus mengakhiri babak penyisihan.
Pada Jumat (15/8), tim yang menempati urutan satu dan dua akan bermain di laga final untuk memperebutkan juara.
"Tiket final untuk tim pelajar sudah ada di tangan," kata Maman Suryaman. (OL-1)
Esports Nations Cup hadir untuk melengkapi ekosistem kompetisi antarklub yang sudah ada, seperti Esports World Cup.
Raihan medali perak tetap layak disyukuri karena merupakan capaian tertinggi futsal putri Indonesia sepanjang partisipasi di SEA Games.
Margin dua gol ke gawang Myanmar tidak cukup untuk membawa Indonesia lolos ke fase gugur.
Penentuan nasib Indonesia berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB.
Timnas U22 Indonesia harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Filipina U22 pada laga perdana Grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Senin (8/12).
Indonesia di SEA Games 2025 tergabung di satu pool bersama Myanmar, Singapura, dan tuan rumah Thailand.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved